AgamSumatera Barat

Agam Antar 2 Warga IV Koto ke Sentra Dharma Guna Bengkulu Dibina Mandiri

×

Agam Antar 2 Warga IV Koto ke Sentra Dharma Guna Bengkulu Dibina Mandiri

Sebarkan artikel ini
AGAM, marapipost.com-Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, antar dua Warga IV Koto ke Sentra Dharma Guna Bengkulu, dengan tujuan untuk dibina selams 6 ulan, menuju kemandirian
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam Villa Erdi bersama jajaran Dinas Sosial, keluarga, dan pendamping melepas keberangkatan Anasrullah dan Esi Novrianti yang mengalami gangguan jiwa (ODGJ) ke Sentra Dharma Guna Bengkulu untuk mengikuti program rehabilitasi sosial dan pembinaan kemandirian selama enam bulan, Selasa (9/6/2026). Foto: dok Dinsos
Di balik keterbatasan yang mereka hadapi, tersimpan harapan besar untuk hidup lebih mandiri dan produktif. Harapan itulah yang kini mulai menemukan jalannya setelah Pemerintah Kabupaten Agam memfasilitasi keberangkatan dua warga Kecamatan IV Koto, Anasrullah dan Esi Novrianti, untuk mengikuti program rehabilitasi sosial di Sentra “Dharma Guna” Bengkulu.
Langkah tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Agam dalam memberikan perhatian dan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan khusus, terutama penyandang disabilitas yang memiliki potensi untuk berkembang dan mandiri.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menjelaskan bahwa keberangkatan keduanya merupakan hasil dari proses panjang yang telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
Dinas Sosial sebelumnya telah mengusulkan sejumlah nama calon penerima layanan rehabilitasi sosial ke Sentra Dharma Guna Bengkulu.
 Namun, karena keterbatasan kuota penerima manfaat, proses tersebut harus melalui masa antrean.
“Seluruh calon penerima telah melalui proses asesmen oleh tim pekerja sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam. Setelah persyaratan administrasi dinyatakan lengkap, nama mereka didaftarkan melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi. Kami kemudian menunggu surat pemanggilan dari pihak sentra,” ujar Villa Erdi, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan, pemanggilan terhadap Anasrullah dan Esi Novrianti akhirnya diterbitkan melalui surat Sentra Dharma Guna Bengkulu Nomor 1093/4.30/HR.01.01/06/2026, sehingga keduanya dapat segera mengikuti program pembinaan dan rehabilitasi sosial.
Lebih jauh, kisah kedua peserta ini menyimpan cerita perjuangan yang mengundang empati. Meski memiliki keterbatasan, semangat mereka untuk menempuh pendidikan tinggi tidak pernah surut.
Orang tua Anasrullah, Wesrizal, mengungkapkan bahwa putranya pernah menempuh pendidikan di salah satu perguruan tinggi negeri di Padang pada Jurusan Elektro hingga semester enam. Sementara Esi Novrianti juga sempat mengenyam pendidikan di salah satu Universitas Islam Negeri (UIN) di Sumatera Barat.
“Anak-anak kami memiliki keinginan besar untuk maju. Kami berharap program ini dapat menjadi jalan bagi mereka untuk memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri sehingga mampu hidup lebih mandiri,” ungkap Wesrizal.
Pada hari keberangkatan, Dinas Sosial Kabupaten Agam memberikan pendampingan penuh. Anasrullah dan Esi Novrianti diantar langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Hasneril bersama Erizal dan Afdi Febri menuju Sentra Dharma Guna Bengkulu.
Selama enam bulan ke depan, keduanya akan mengikuti berbagai program bimbingan sosial, pelatihan keterampilan, serta pembinaan kemandirian yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menjalani kehidupan sosial dan ekonomi secara mandiri setelah kembali ke daerah asal.
Keberangkatan tersebut juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam yang turut membantu kelancaran proses perjalanan dan kebutuhan peserta selama mengikuti program.
Dukungan terhadap langkah cepat Dinas Sosial Kabupaten Agam juga datang dari kalangan legislatif. Ketua Komisi IV DPRD Agam, Ais Bakri, bersama anggota Komisi IV, Jondra Marjaya, menyampaikan apresiasi atas keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sosial masyarakat.
Menurut mereka, program rehabilitasi sosial seperti ini merupakan investasi kemanusiaan yang sangat penting karena tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh masa depan yang lebih baik.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Agam, Risman, yang menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sosial, dan Baznas menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Agam akan terus berupaya menghadirkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan pendampingan dan perlindungan sosial”, tegasnya.
Dukungan penuh juga diberikan Ketua Baznas Kabupaten Agam, Ir. Isman Imran, M.Si. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Baznas merupakan bentuk kepedulian bersama untuk membantu masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan sosial yang lebih baik.
Dengan keberangkatan Anasrullah dan Esi Novrianti ke Sentra Dharma Guna Bengkulu, diharapkan keduanya dapat memperoleh bekal keterampilan, kepercayaan diri, dan kemandirian yang akan menjadi modal berharga dalam menata masa depan yang lebih baik setelah kembali ke Kabupaten Agam.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *