AGAM, marapipost.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat Selasa (19/5/2026) melaksanakan kegiatan koordinasi, dan melepas secara resmi Relawan Pendidikan untuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Agam. Acara dilaksanakan di Aula Utama Kantor Bupati Agam.
Bupati Agam yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam Andri, menjelaskan, Pemda Kabupaten Agam mengapresiasi dan menyambut baik Program Relawan Pendidikan, diinisiasi Direktorat PNFI Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Pemda Kabupaten Agam merasa sangat terbantu atas kehadiran Relawan Pendidikan di Kabupaten Agam, apalagi saat ini Kabupaten Agam masih dalam maswa pemulihan pasca bencana.
“Dengan bersama-sama kita hadir disini sebagai relawan mudah-mudahan angka Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Agam segera kita turunkan”, ujarnya.
Program Relawan Pendidikan merupakan bentuk implementasi Perpres Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk memastikan terlaksananya wajib belajar dan pemerataan Pendidikan bagi semua anak bangsa.
Relawan Pendidikan untuk Kabupaten Agam dilepas secara resmi Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dr. I Gusti Made Ardana melalui layar zoom meeting. Kegiatan juga dihadiri Kabid Pembinaan PAUD dan Dikmas Disdikbud Kabupaten Agam Nashendri.
Juga dihadiri Kandy Supriatna (Tim Direktorat PNFI Kemendikdasmen), Reza Fahlevi (Perwakilan Kementerian Desa PDTT), Kemendagri yang diwakili oleh Dinas Dukcapil Kabupaten Agam, dan Organisasi Mitra (ormit) sebagai koordinator relawan pendidikan di Kabupaten Agam.
Setelah dilepas secara resmi, para relawan akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap data by name by address sesuai dengan wilayah tugas mereka masing-masing.
Kehadiran Relawan Pendidikan diharapkan bukan hanya sekadar menjalankan program semata tetapi juga membawa semangat kepedulian dan menyalakan kembali cahaya harapan para ATS di Kabupaten Agam.
Sasaran program tahun 2026 difokuskan pada 10 daerah sasaran; yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Agam, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Mimika, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Pelaksanaan program pada tahun 2026 melibatkan 261 relawan yang tersebar di 10 kabupaten.
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam satu-satunya daerah yang ditetapkan sebagai lokasi sasaran pelaksanaan program Relawan Pendidikan, dengan lokus pada 5 kecamatan; Kecamatan Lubuk Basung, Kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kecamatan Ampek Nagari, dan Kecamatan Palembayan, dengan relawan berjumlah 21 orang.
Relawan Pendidikan akan membantu menjangkau ATS usia 7-18 tahun, menghubungkan mereka dengan layanan pendidikan formal maupun nonformal agar mereka kembali mendapat kesempatan belajar, kembali memiliki mimpi, dan kembali percaya, masa depan mereka berharga.
Program ini, inisiatif pemerintah untuk membantu anak-anak Indonesia yang masih berstatus Anak Tidak Sekolah (ATS), kategori Belum Pernah Bersekolah (BPB), Drop Out (DO), dan Lulus Tidak Melanjutkan (LTM). Program ini mengajak organisasi masyarakat dan komunitas lokal untuk berperan aktif melalui gerakan relawan, terutama di daerah khusus dan wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.
Selain menjadi jembatan bagi anak-anak, program ini juga membangun jaringan relawan terkoordinasi dengan sistem pemantauan digital. Dengan cara ini, kegiatan relawan dapat dipantau secara terbuka dan hasilnya lebih terukur.
Harapannya, semakin banyak anak bisa kembali bersekolah, angka ATS menurun, dan hak pendidikan bagi seluruh anak Indonesia dapat terpenuhi. Program ini hadir untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari kesempatan belajar demi masa depan yang lebih baik.[rel]











