PAYAKUMBUH, marapipost.com-Sebuah wacana yang sangat berlian dari mantan Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, ketika ia berkuasa, mewujutkan pembangunan sebuah Masjid Agung di Kota Bersih Aman Tertip Indah Anggun dan Harmonis (BATIAH) ini.
Dua kali periode kepemimpinan Riza Falepi sebagai orang nomor satu di kampung halamannya sendiri, wacana tersebut tidak terujut sampai berakhir masa jabatannya.

Kendati pihak Pemda telah melakukan pembebasan lahan pertama di Padang Kaduduak, telah dipajangkan baliho besar di atas tanah itu dengan bertulikan InsyaAllah di sini akan dibangun masjid raya. Tapi kenyataannya kini yang dibangun dilahan itu lapangan olah raga yang diberi nama Bugar.
Rupanya Riza Falepi menginginkan lokasi yang berada di pusat pasar yakni areal Ex kantor bupati Limapuluh Kota depan jalan Soekarno – Hatta berhadapan dengan pusat pertokoan Payakumbuh.
Berbagai upaya yang ia lakukan, namun Pemkab Limapuluh Kota bersama DPRD nya serta tokoh masyarakat Kabupaten tidak ada yang menyetujuinya.
Akhirnya Riza bersama jajaran pemerintahan termasuk DPRD menyepakati, bahwa lahan ex kantor Dinas Pertanian jalan Adeirma Suryani dekat Simpang Benteng yang masih berstatus haknya adalah Pemprov Sumbar.
Nah ketika Gebenur Sumbar dijabat oleh Irwan Prayitno, kesepakatan dibuat Riza dengan Gubenur dilakukanlah tukar guling lokasi EX kantor Dinas Pertanian kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota dengan lokasi Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) di Ampangan Limbukan
Akhirnya TPA ini menjadi aset Pemprov Sumbar yang manjadi sumber APBD Sumbar Sementara pembebasan lahan masyarakat ketika walikota Yusrizal Zain membayarnya dengan dana APBD kota Payakumbuh. Dengan demikian lokasi ini dibeli dengan uang pajak Rakyat.
Suatu kesempatan walikota Riza Falepi melakukan pemancangan lahan Ex kantor Pertanian, dengan maksud di sinilah akan dibangun Masjid Agung itu berlantai tiga dengan ukuran 40 X 40 meter yang lansung ketika pengukuran dilakukan oleh Riza Falepi sendiri bersama dengan tim tehnis dari Dinas PUPR kota Payakumbuh dan diperintahkan orang- orang dari PU untuk membuat gambar Masjid Agung tersebut.
Namun kenyataannya kini pada lokasi EX kantor Dinas Pertanian tersebut kini yang berdiri kantor Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang termegah di Payakumbuh. Barangkali lika liku wacana pembangunan Masjid Agung ini tidak banyak warga masyarakat kota yang mengetahuinya dan beralihnya kepemilikan aset Pemda ke institusi lain.
Pemerintahan dan DPRD Bungkam
Wali Kota Payakumbuh dua periode, Riza Falepi ketika akan berakhir masa jabatannya pada Rabu (22/9/2022) menjawab nasib rencana Pembangunan Masjid Agung dialihkan lagi ke Kelurahan Pakan Sinayan nagari Koto Nan Ampek Payakumbuh Barat. Lahan sudah ada sejak beberapa tahun lalu, dijawab Riza Falepi saat bersilaturahmi dengan Ratusan ibu-ibu anggota majelis taklim.
Ratusan ibu-ibu anggota majelis taklim mengadakan Tabligh Akbar sekaligus silaturahim pengurus dan anggota BKMT se Kota Payakumbuh dengan Wali Kota Payakumbuh H. Riza Falepi di Aula GOR M. Yamin di Kubu Gadang.
Ketua Panitia pelaksana Hj. Anwida berharap agar kedepan pemerintah Kota Payakumbuh bisa segera merealisasikan berdirinya Masjid Agung di Kota Payakumbuh. “Kami berharap, meski Bapak Wali kota akan berakhir, tapi kami harap beliau tetap berjuang agar mewujudkan berdirinya Masjid Agung Kota Payakumbuh,” pinta Hj. Anwida.
Anggaran Masjid dan Covid-19
Menanggapi itu, Wali Kota Payakumbuh dalam sambutannya mengatakan bahwa rencana pembangunan Masjid Agung sudah jauh-jauh hari sebelumnya. Pihaknya bahkan sudah membebaskan lahan seluas 5 hektare lebih untuk lahan pembangunan masjid.
“Kalaulah tidak ada Covid-19 selama dua tahun terakhir, InsyaAllah kita sudah melihat ada bangunan Masjid Agung tersebut”, kata Riza. “Tapi apa daya, akibat Covid-19, ratusan milyar anggaran kita terpaksa dialihkan untuk penanganannya, termasuk anggaran pembangunan Masjid Agung”, terang Wali Kota Riza Falepi.
Pembangunan Tergantung Wali Kota Baru
Ia menambahkan, nasib pembangunan Masjid Agung Kota Payakumbuh kedepan akan diserahkan kepada Wali Kota Payakumbuh berikutnya. Namun, pihaknya berjanji akan tetap mendukung agar cita-cita mulia tersebut dapat segera terwujud.
“Alhamdulillah 5 hektare lahan sudah kami bebaskan, sekarang kami titip ke Wali Kota Payakumbuh sekarang di bawah kepemimpinan Zulmaeta dan wakil Eldaswarman.ujarnya. “Tugas ibu-ibu adalah memilih wali kota yang mau melanjutkan pembangunan Masjid Agung ini. Lai setuju ibu-ibu?” tanya Riza.
Riza juga berpesan agar ibu-ibu jamaah BKMT dapat menjadi garda terdepan dalam mewariskan nilai agama, adat dan budaya kepada generasi muda.
Untuk mewujutkan wacana pendahulu ini, pihak walikota Zulmaeta belum mengarah kesitu, masih banyak yang harus dibenahi dulu agar pemerintahan kota Payakumbuh selama kepemimpinan mereka bisa mewujutkan pemerintahan yang bersih dan masyarakat bisa menikmati hasilnya dengan senang dan tidak meninggalkan noda.[NASA]











