AGAM, marapipost.com-Dinsos Kabupaten Agam Gerak Cepat, turun lapangan Senin (18/5/2026), tindaklanjuti informasi lansia Ibu Rosmi (80 tahun) tinggal sendiri di Kampung Dagang, Jorong Malabur, Nagari, Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam. Tutur Kepala Dinas Sosial Villa Erdi, jangan biarkan warga rentan terabaikan, tegas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, menegaskan bahwa Dinsos Agam berkomitmen untuk selalu responsif terhadap setiap laporan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan warga lanjut usia, penyandang disabilitas, maupun masyarakat rentan lainnya.
Menurutnya, kecepatan respons menjadi bagian penting dalam memastikan tidak ada warga yang luput dari perhatian pemerintah. “Kami tidak ingin ada masyarakat, terutama lansia yang hidup dalam kondisi rentan, terabaikan tanpa pendampingan. Karena itu, setiap informasi yang masuk akan kami tindaklanjuti secepat mungkin melalui verifikasi lapangan”, tegas Villa Erdi.
Villa Erdi juga mengingatkan pentingnya validitas informasi yang beredar, terutama di media sosial, agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di tengah masyarakat. “Kami mengajak masyarakat bersama-sama peduli terhadap lingkungan sekitarnya, namun tetap memastikan informasi yang disampaikan benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Jika benar ada warga yang membutuhkan bantuan, tentu pemerintah hadir untuk mencarikan solusi terbaik”, tambahnya.
Kabid Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Agam, Hasneril, bersama tim Rehsos Dinsos Agam langsung turun langsung ke lokasi, verifikasi informasi terhadap kondisi lansia di Kampung Dagang, Jorong Malabur itu.
Informasi itu beredar ditengah masyarakat, langsung ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim ke lapangan, guna memastikan kondisi sebenarnya, sekaligus melakukan asesmen awal terhadap situasi sosial warga lansia itu.
Hasneril, mengatakan langkah cepat tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia ini.
“Setelah arahan pimpinan, kami langsung merespons laporan masyarakat terhadap Ibu Rosmi, yang diinformasikan tinggal sendiri di Kampung Dagang itu, tim segera turun untuk memastikan kondisi yang sebenarnya di lapangan”, ujar Hasneril.
Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung ke lokasi, tim menemukan, informasi tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi terkini. Ibu Rosmi diketahui sudah tidak lagi tinggal seorang diri di rumah tersebut, dan telah lama menetap bersama anaknya.
“Setelah kami kunjungi, ternyata beliau tidak berada di rumah dan berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Ibu Rosmi sudah cukup lama tinggal bersama anaknya”, jelas Hasneril. Informasi tersebut diperoleh secara langsung dari pihak keluarga, termasuk menantu Ibu Rosmi, informasi ini dapat dijadikan dasar klarifikasi terhadap informasi sebelumnya beredar.
Hasneril juga menilai, luasnya wilayah Kabupaten Agam membutuhkan sinergi berbagai pihak agar penanganan persoalan sosial dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Karena itu, Dinas Sosial Agam berharap adanya kolaborasi aktif antara masyarakat, wali jorong, wali nagari, pemerintah kecamatan, hingga unsur terkait lainnya dalam menyampaikan informasi kondisi sosial masyarakat di lapangan.
“Jika ada persoalan sosial yang benar terjadi, tentu kita bisa bersama-sama mencari jalan keluar. Kepedulian dan gotong royong adalah kekuatan utama dalam membangun kesejahteraan masyarakat”, tutur Hasneril.[lk]











