AgamSumatera Barat

Mahasiswa dan Dosen Fort De Kock Bukittinggi KKN Tematik di Agam

×

Mahasiswa dan Dosen Fort De Kock Bukittinggi KKN Tematik di Agam

Sebarkan artikel ini

AGAM, marapipost.com-Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Sumatera Barat, Evi Hasnita beserta Rabu (13/5/2026) gelar pertemuan dengan Bupati Agam Benni Warlis untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat di Kabupaten Agam. Pertemuan digelar di Ruang Rapat Bupati Agam, Lubuk Basung.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X, Afdalisma, Rektor Universitas Fort De Kock, Evi Hasnita membentangkan hal-hal yang berkaitan dengan program ini.

Ketua TP-PKK Agam, Ny Merry Benni Warlis mengapresiasi dan ucapan terima kasih kepada LLDIKTI Wilayah X, telah memilih Kabupaten Agam sebagai lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat. “Ini merupakan bentuk perhatian juga kepada kami”, ujar Ketua TP PKK Kabupaten Agam.

Ny. Merri Benni Warlis, menyarankan, kiranya dalam pelaksanaan, tim melakukan survei, koordinasi, serta berkolaborasi dengan tenaga ahli di bidang kebencanaan, agar program dapat dijalankan tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak.

Kepala LLDIKTI Wilayah X, Afdalisma menyampaikan bahwa LLDIKTI Wilayah X bersama LLDIKTI Wilayah III berencana melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Kabupaten Agam, tepatnya di Kecamatan Palembayan.

Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi program Kampus Berdampak, mendorong perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dan pembangunan daerah.

Program ini melibatkan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah X. Kegiatan KKN Tematik diarahkan mendukung penguatan ketahanan masyarakat, proses pemulihan pascabencana.

“Diharapkan kegiatan ini mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pemulihan sosial, ekonomi, pendidikan hingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat”, jelasnya. Program ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial serta kemampuan problem solving mahasiswa menghadapi persoalan nyata masyarakat.

KKN Tematik ini dijadwalkan selama 10 hingga 12 hari. Dilaksanakan pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026, tempatnya dikawasan terdampak pascabencana di Kabupaten Agam. Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim gabungan survei lapangan, Senin 18 Mei 2026. Tim gabungan LLDIKTI Wilayah III, LLDIKTI Wilayah X, berikut sejumlah perguruan tinggi vocal point; Universitas Fort De Kock, Universitas Budi Luhur, Universitas Gunadarma dan Universitas Bhayangkara.

Merlibatka 250 mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu, 130 dari perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah III, 120 peserta dari perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah X.

Pelaku telah menyiapkan berbagai program pengabdian, bidang kesehatan. Peserta KKN akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan mata gratis, pembagian kacamata gratis bagi masyarakat terdampak, pengendalian penyakit menular, trauma healing untuk anak-anak dan masyarakat, penyediaan air bersih, hingga penyuluhan kesehatan lingkungan dan sanitasi.

Bidang pendidikan, mahasiswa memberikan edukasi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP, membantu penyusunan kurikulum berbasis deep learning, melakukan pendataan masyarakat, serta memberikan penyuluhan mitigasi bencana.

Bidang teknologi, ekonomi kreatif dan pertanian, program difokuskan pendampingan UMKM dan desa, edukasi mitigasi bencana, inovasi early warning system, hingga pemberdayaan kelompok tani dan masyarakat.

Kolaborasi LLDIKTI Wilayah III dan LLDIKTI Wilayah X diharapkan kegiatan ini hendaknya jadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi membantu masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.[*/lk]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *