AGAM, marapipost.com-Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis, bersama Dandim 0304 Agam, Slamet Dwi Santoso, Anggota DPRD Kabupaten Agam, Erdinal Datuak Marajo, Selasa (21/4/2026) resmian Jembatan Gantung Perintis Garuda, di Jorong Sini Aia, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam.
Bupati Agam, Benni Warlis, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat, khususnya di Kabupaten Agam dan Sumatera Barat pada umumnya.
Karena itu Bupati juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran TNI-Polri bersama masyarakat yang telah bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut dalam waktu relatif singkat. “Dengan adanya jembatan ini, kita berharap kualitas pelayanan publik semakin meningkat, begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat”, ujarnya.
Bupati turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Dandim 0304 Agam beserta jajaran TNI-Polri dan masyarakat setempat yang telah berkontribusi dalam pembangunan jembatan tersebut.
Atas peresmian Jembatan Gantung Perintis Garuda ini, diharapkan konektivitas antarwilayah semakin lancar dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Malalak, membawa harapan baru bagi masyarakat meningkatkan aksesibilitas, dan membangkitnya kembali perekonomian lokal.
Anggota DPRD Agam, Erdinal Datuak Marajo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan TNI, sehingga jembatan gantung tersebut dapat terwujud, tapi Erdinal berharap, kiranya pembangunan jembatan itu tidak sampai disitu saja, kedepannya dapat ditingkatkan.
Keberadaan jembatan ini, tutur Erdinal, memangkas jarak tempuh masyarakat secara signifikan, dari sebelumnya sekitar 35 kilometer menjadi hanya 10 kilometer menuju pusat kecamatan maupun akses layanan lainnya. Keberadaan jembatan ini sangat membantu masyarakat, baik dari sisi pelayanan publik, transportasi, maupun peningkatan aktivitas ekonomi, tutur Erdinal.
Dandim 0304 Agam, Slamet Dwi Santoso, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, melalui kolaborasi TNI-Polri.
Program ini kata Dandim, berawal atas keprihatinan Presiden terhadap kondisi anak-anak sekolah yang harus bersusah payah menyeberangi sungai demi menuntut ilmu. Dari kondisi tersebut lahir gagasan pembangunan Jembatan Garuda yang kini terus dikembangkan secara nasional.
“Secara nasional ditargetkan sebanyak 7.000 jembatan, dan hingga saat ini sekitar 1.000 jembatan telah terdata. Kami juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk melaporkan jika masih ada wilayah yang membutuhkan pembangunan jembatan”, jelasnya.
Ia menambahkan, pasca peresmian ini pihaknya masih melanjutkan pembangunan sejumlah jembatan lain, termasuk jembatan gantung dan bailey di Kecamatan Palembayan. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Malalak dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan.
Dharapkan jembatan ini memberikan dampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas ekonomi dan mempermudah akses anak-anak ke sekolah. Mari kita jaga bersama agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.[lk]











