AGAM, marapipost.com-Madar!, memang madar, entah siapa yang madar, entah rakyat yang madar, atau rezim yang madar, tidak dapat pedoman pada saat ini, yang jelas dari pemantauan Senin (1/6/2026), hingga berita ini diterbitkan inprastruktur jalan itu belum dapat perhatian.
Tuh!, gorong-gorong yang melintasi Jalan Kewenangan Provinsi Sumatera Barat didepan SD Negeri 04 Sikabu, Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera barat, dari kesehari semakin parah. Belumtampak juga adanya tanda-tanda akan diperbaiki.
Entah apa lagi yang akan diocehkan dan lontaran ucapan yang tidak pantas diucapkan rakyat, terutama pengguna jalan yang melintasi jalan kewenangan Provinsi Sumatera Barat ini. Pemerintah sepertinya diam, seolah-olah tidak dengar tangisan rakyat, terutama pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut.
Sungguh berbahaya, kalau untuk mobil kecil roda 4, masih dapat mengilak kiri atau kakan, tapi untuk mobil besar, inilah yang dikahawatirkan akan mengeram melintasi gorong-gorong ini. Sebenarnya gorong-gorong ini sudah lama patah penggang, sudah dikasi tanda. Malah sebelumnya sudah berbuah pisang ditanam masyarakat disana, tapi tidak jadi sampai panen.
Sebenarnya bukan gorong-gorong yang melintasi jalan Kewenangan Provinsi Sumatera Barat didepan SDN 04 Sikabu saja yang berbahaya, tapi lobang jalan bagaikan tumbuh bagaikan bintang dilangit itu sepanjang jalan dari Simpang Gudang Manggopoh, hingga perbatasan Dengan Kecamatan Tanjung Raya, juga membahayakan.
Dikaui, hingga kini, selama hujan tidak turun ini belum ada kecelakaan lalulintas. Mestinya, ketika hujan tidak turun ini, pihak yang bertanggungjawab memperbaiki, jangan ketika hujan turun jalan berlobang itu disiram dengan aspal hangat, seperti penyiraman lobang pada bulan lalu, ketika hujan turun lobang jalan ditambal dengan dengan aspal hangat, akibatnya banyak lobang jalan yang sudah dilobangi bor jalan tertinggal, belum disiram dengan aspal hangat.
Tapi, makanya Pemprov makanya belum menambal lobang jalan itu pada saat hujan tidak hujan ini, kemungkinan menunggu hujan dulu, kalau hujan turun barulah lobang jalan ditambal dengan aspal hangat-hangat suam itu.[lk]











