Pasaman BaratSumatera Barat

Medis RSUD Pasaman Barat Mogok Kerja, Ratusan Pasien Mengalami Kekecewaan

×

Medis RSUD Pasaman Barat Mogok Kerja, Ratusan Pasien Mengalami Kekecewaan

Sebarkan artikel ini

PASAMAN BARAT, marapipost.com-Ratusan warga dari berbagai pelosok nagari di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Sumatera Barat, Rabu (3/6/2026) kekecewa, karena tidak mendapat pelayanan pengobatan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasaman Barat mendadak tutup total, medis mogok kerja.

Suasana di sekitar loket pendaftaran memprihatinkan. Kursi-kursi tunggu dipenuhi oleh pasien yang didominasi pasien lanjut usia (lansia). Mereka ada yang menyandarkan kepala, yang terkulai menahan rasa sakit, karena tidak kunjung mendapatkan penanganan.

Sekretaris Daerak Kabupaten Pasaman Barat, Dodisan Ismael, yang dihubungi, mengarahkan, agar langsung konpirmasi dengan Direktur RSUD Pasaman Barat Jelly Syartika, MM, tapi sang Direktur RSUD Pasaman Barat Jelly Syartika, MM, dihubungi pukul 16.53 WIB Rabu (3/6/2026), belum menejawab pertanyaan ringkas media ini.

Mirisnya, sebagian besar pasien tersebut datang dari wilayah pelosok dan kecamatan terluar yang memakan waktu berjam-jam untuk sampai ke pusat kabupaten. Di antaranya berasal dari Kecamatan Ranah Batahan, Sungai Beremas, Parit Koto Balingka, dan Lembah Melintang. Mereka bahkan sudah bertolak dari rumah sejak subuh demi mendapatkan pelayan awal.

Kekecewaan berat salah satunya diungkapkan oleh Nur (75), seorang pasien lansia asal Kecamatan Parik Koto Balingka. Dengan wajah lesu, ia mengaku sudah bersiap sejak pagi buta untuk berobat ke Poli Penyakit Dalam.

“Saya sudah berangkat dari pagi sekali dari rumah di Parik, Nak. Badan saya sudah sakit-sakit, tapi sampai di sini dokter Polinya malah tidak ada yang masuk. Kecewa sekali, terpaksa pulang lagi dengan tangan kosong,” keluh Nur kepada awak media dari Perkumpulan Jurnalis Online (AJO-PASBAR).

Nasib serupa juga dialami oleh Ros (68), warga Siduampan, Kecamatan Ranah Batahan. Ia yang berniat memeriksakan kesehatannya ke Poli Mata harus menelan pil pahit karena pintu pelayanan tertutup rapat.

“Kami orang kecil ini jauh-jauh datang dari Ranah Batahan ongkosnya tidak murah. Sampai di RSUD, layanannya malah tutup karena dokternya mogok. Kami harus mengadu ke mana lagi kalau rumah sakit pemerintah saja seperti ini?” tutur Ros dengan nada bergetar.

Lumpuhnya fasilitas kesehatan publik ini memicu kritik tajam dari masyarakat. Pasalnya, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar mutlak yang haknya dijamin oleh negara.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti apa motif di balik aksi mogok kerja massal yang dilakukan oleh para dokter spesialis tersebut.

Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh awak media di ruang kerja manajemen tidak membuahkan hasil. Begitu pula saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler dan pesan instan, pihak berwenang di rumah sakit tersebut belum memberikan respons atau pernyataan resmi terkait situasi darurat pelayanan ini.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Dinas Kesehatan segera turun tangan mengatasi persoalan ini agar hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan tidak terus dikorbankan.[Buyuang Roni]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *