AGAM, Marapi Post.com-Kepedulian dan gotong royong lintas, pihak Dinas Sosial Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengantarkan Rohani, perempuan asal Kota Langsa, Provinsi Aceh, yang ditemukan terlantar tanpa identitas di Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, akhirnya kembali ke tengah keluarganya.
Setelah melalui proses penanganan sosial, penelusuran identitas, dan koordinasi antardaerah, Rohani dipulangkan menggunakan Bus Putra Pelangi melalui Terminal Aur Kuning, Bukittinggi, pada Jumat (18/9/2026), sekitar pukul 14.00 WIB.
Perjalanan Rohani untuk kembali ke kampung halaman bermula ketika ia ditemukan di Nagari Pakan Sinayan, Rabu (16/9/2026), sekitar pukul 23.51 WIB. Saat itu, ia belum mampu memberikan keterangan yang jelas mengenai identitas maupun alamat tempat tinggalnya.
Informasi mengenai keberadaan Rohani pertama kali disampaikan Wali Jorong Nagari Pakan Sinayan kepada staf Kantor Camat Banuhampu. Mengingat waktu sudah larut malam dan diperlukan penanganan lebih lanjut, staf kecamatan kemudian menghubungi Koordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Provinsi Sumatera Barat.
Sekitar pukul 01.15 WIB, Rohani dibawa ke Pos TPS Agro Koto Hilalang untuk mendapatkan penanganan awal. Tim Peduli Sosial memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, mulai dari membantu membersihkan diri, menyediakan pakaian bersih, makanan dan minuman, hingga memberikan tempat beristirahat di ruang inap tim.
Penelusuran Identitas Membuka Jalan Pulang
Upaya menelusuri identitas Rohani berlanjut pada Kamis (17/9/2026). Ia dibawa ke layanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Agam di Kantor Camat Ampek Angkek, Biaro, untuk dilakukan pengecekan data kependudukan.
Dari penelusuran tersebut, identitas Rohani berhasil ditemukan. Berdasarkan data yang diperoleh, ia tercatat sebagai warga Desa Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Provinsi Aceh.
Berbekal informasi tersebut, tim kemudian berkoordinasi dengan Koordinator TKSK Provinsi Aceh, yang dilanjutkan dengan menghubungi TKSK Langsa dan Kaur Kesra Desa Sidorejo untuk menjalin komunikasi dengan pihak keluarga.
Namun, keterbatasan ekonomi keluarga menjadi salah satu kendala dalam proses pemulangan. Menyikapi kondisi tersebut, Tim TPS berkoordinasi dengan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril, guna memfasilitasi kepulangan Rohani ke daerah asalnya.
Melalui kerja sama berbagai pihak, proses pemulangan akhirnya dapat terlaksana. Rohani diberangkatkan dari Terminal Aur Kuning, Bukittinggi, menuju Langsa pada Jumat (18/9/2026).
Pelayanan Sosial yang Mengedepankan Kemanusiaan
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengatakan bahwa penanganan warga terlantar tidak berhenti pada upaya menemukan dan mengamankan, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, penelusuran identitas, serta fasilitasi agar yang bersangkutan dapat kembali kepada keluarga.
“Penanganan orang terlantar bukan hanya soal menemukan dan mengamankan, tetapi bagaimana kita memastikan kebutuhan dasarnya terpenuhi, identitasnya dapat diketahui, kemudian difasilitasi agar bisa kembali kepada keluarga. Ini merupakan bentuk pelayanan sosial yang harus dilakukan secara cepat, tepat, dan manusiawi,” ujar Villa Erdi.
Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril, menyampaikan bahwa keberhasilan menemukan keluarga Rohani tidak terlepas dari koordinasi lintas wilayah dan penelusuran data kependudukan.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan penelusuran melalui data kependudukan, identitas Rohani berhasil ditemukan dan komunikasi dengan pihak keluarga di Langsa dapat dilakukan. Karena kondisi keluarga terbatas, kami berupaya membantu proses pemulangannya agar Rohani bisa kembali berkumpul dengan keluarganya,” ungkap Hasneril.
Bupati Agam Apresiasi Kepedulian Bersama
Apresiasi terhadap seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan hingga pemulangan Rohani juga disampaikan Bupati Agam, Benni Warlis.
Menurutnya, kepedulian sosial perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama ketika ada warga yang membutuhkan pertolongan dan pendampingan.
“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah bergerak dan berkoordinasi menangani warga terlantar ini. Apa yang dilakukan menunjukkan bahwa kepedulian sosial harus hadir secara nyata. Pemerintah akan terus mendorong pelayanan yang cepat, tepat, dan mengedepankan sisi kemanusiaan, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi membutuhkan pertolongan,” kata Benni Warlis.
Penanganan Rohani melibatkan Koordinator TKSK Provinsi Sumatera Barat, Satpol PP Agam Pos Agro, TKSK Ampek Angkek, TKSK Kamang Magek, staf Kantor Camat Banuhampu, Wali Jorong Nagari Pakan Sinayan, PSM Kecamatan Canduang, Dinas Sosial Kabupaten Agam, serta sejumlah pihak terkait.
Villa Erdi berharap kepulangan Rohani ke Langsa menjadi awal yang baik untuk kembali berkumpul bersama keluarga.
“Semoga kepulangan Rohani ke Langsa menjadi awal yang baik untuk kembali berkumpul bersama keluarga. Peristiwa ini juga mengingatkan kita bahwa kepedulian dan gotong royong dapat menjadi jalan untuk membantu sesama,” pungkasnya.
Kisah pemulangan Rohani menjadi pengingat bahwa kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Melalui kerja sama, ketulusan, dan pelayanan yang mengedepankan martabat manusia, warga yang tengah menghadapi kesulitan dapat memperoleh pertolongan dan kesempatan untuk kembali menjalani kehidupan bersama orang-orang terdekatnya.[lk]











