LIMAPULUH KOTA, marapipost.com-Telah memasuki hari ke tujuh pencarian korban Irman (61) penduduk Lubuk Limpato, Kenarian Tarantang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, dilaporkan hilang semenjak Minggu, 3 Mei 2026, hingga berita ini diturunkan Sabtu (9/5/2026), korban masih belum menemukan.
Korban meninggalkan rumah sejak hari Minggu, 3 Mei 2026 itu, sekitar pukul 10.00 Wib. Ia mengatakan kepada keluarganya, hendak mencari petsi diperbukitan, disekitar wilayah Tarantang.

Biasanya, cerita keluarga korban, Irman alias pak Toia, mencari petai ke hutan tapi, pulangnya cepat, sebelum sore sudah samapi dirumah. Tapi kali ini, jauh berbeda, apa gerangan yang terjadi atas diri pak Toia, belum dapat diterka, yang jelas tim pencari sudah melakukan pencarian, namun masi juga ditemukan. Pertanyaan muncul dari banyak pihak di Lubuk Limpato ini.
Masyarakat Lubuak Limpato bersama tim, terdiri dari aparat kepolisian , BPBD Limapuluh Kota, TNI, tim relawan, personil panjat tebing terus melakukan pencarian.
Wakil Bupati Limapuluh Kota Ahlul Badriti Resha, juga hadir kelokasi, memberikan semangat kepada tim pencari korban. Wabup juga berharap kepada masing-masing instansi terkait, agar memperhatikan kondisi dan kesejahteraan tim masing-masing.
Jangan sampai terjadi, hasrat untuk menyelamatkan seseorang, ada pula anggota tim yang jatuh korban kecelakaan, tutur Wabub mengingatkan.
Kejadian ini merupakan kehendak dari Allah, kalaupun korban tidak ditemukan dalam keadaan apapun, itu juga atas kehendak Allah. Nasib seseorang itu Allah lah yang menentukan jelas Wabub Ahlul Badriti Resha.
Menurut keluarganya ciri-ciri yang bersangkutan kulit sawo matang, rambut ikal pendek dan terakhir kali memakai baju kemeja warna putih, hendak pergi untuk mencari petai ke dalam hutan, diatas Bukit Rangkak, jawab korban.
Tim pencari sudah melakukan pencarian ke Bangku-Bangku di atas Bukit Rangkak, tapi masih belum membuahkan hasil.
Ketika korban berangkat meninggalkan rumah, ia tidak membawa ponsel, sebelum berangkat Irman sempat membeli rokok disebuah warung dan pemilik warung bertanya, bapak mau kemana, dijawab korban, mau mencari petai di hutan.
Terahir kali Irman pernah bertegur sapa dengan warga di jalan menuju pandam pekuburan di lereng Bukit Rangkak ketika hendak berangkat. Karena yang bersangkutan tidak membawa ponsel, makanya kesulitan untuk melacak dimana keberadaan korban, itu terkendalanya. Tidak hanya itu, cuaca sejak korban meninggalkan rumah, hujan sering turun, verakibat terhalangnya pencarian.
Anggota BPBD M. Arif Fadillah berada di lokasi bersama tim, ketika menerima WA wartawan media ini peteng menjelang sore Sabtu (9/5/2026), hanya menjawab singkat, belum ketemu.katanya.
Pencarian korban tidak saja di perbukitan, juga ditelusuri di setiap lembah atau sungai, yang diduga ada korban tersesat, jatuh, atau jadi korban binatang buas lainnya, tapi masih belum ditemukan juga.
Keluarga Irman selalu menunggu kepulangannya, berharap kepada tim pencari agar korban cepat ditemukan walau dalam keadaan apapun, apa bila ada yang melihat agar melaporkan ke Polsek Harau atau pos terdekat dengan lokasi pencarian.[NASA]











