AgamSumatera Barat

Bupati Agam Dorong 3 Disabilitas Mengiikuti Pelatihan Vokasional di Bogor

×

Bupati Agam Dorong 3 Disabilitas Mengiikuti Pelatihan Vokasional di Bogor

Sebarkan artikel ini

AGAM, marapipost.com-Bupati Agam, Sumatera Barat, Benni Warlis, membuktikan komitmennya sebagai pimpinan utama di Pemerintah Kabupaten Agam. Bupati membuka jalan kemandirian bagi penyandang disabilitas, melalui program pelatihan dan akses kerja yang inklusif. Tiga Warga Agam, mengikuti Pelatihan Vokasional di Bogor, Jawa Barat.

Itu Komitmen yang diwujudkan secara nyata Bupati Agam Benni Warlis, memberangkatkan 3 warga disabilitas mengikuti pelatihan vokasional di Sentra Terpadu Kementerian Sosial Inten Soeweno, Bogor, jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam villa Erdi melalui Kepala Bidang Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial (Resos) Hasneril Minggu (3/5).

Tiga peserta itu akan menjalani pelatihan berbasis asrama selama enam bulan atau lebih, sesuai perkembangan masing-masing. Program tersebut tidak hanya membekali keterampilan praktis, tetapi juga membuka peluang kerja karena peserta berkesempatan difasilitasi masuk ke perusahaan BUMN, swasta, maupun mitra Kementerian Sosial. Kegiatan ini dimulai Jumat (1/5).

Peserta yang diberangkatkan itu berasal dari disabilitas berbeda. Habbynusa Fernanda Kifli, penyandang tunadaksa asal Palembayan, mengikuti pelatihan contact center dan pelayanan berbasis digital.

Muhammad Rauf, penyandang rungu wicara asal Kecamatan Ampek Koto, mengikuti pelatihan desain grafis. Rori Rofia Dinata, penyandang tunadaksa asal Lubuk Basung, mengikuti pelatihan komputer.

Didampingi Pekerja Sosial Hafid Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Hasneril, menjelaskan, masing-masing peserta memiliki latar belakang perjuangan bukan ringan, tapi cukup berat. Habbynusa harus kehilangan pekerjaan setelah mengalami amputasi kaki akibat penyempitan pembuluh darah, sehingga kesulitan menjalankan fungsi sosialnya.

Rori Rofia Dinata, juga mengalami hal serupa, korban kecelakaan lalu lintas, juga diamputasi. Kondisi tersebut sempat membuatnya kehilangan kepercayaan diri dan menarik diri dari lingkungan, hingga akhirnya mendapatkan pendampingan intensif dan kembali bangkit.

Muhammad Rauf, penyandang rungu wicara sejak lahir, masih menghadapi tantangan berinteraksi social. Meski telah menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMA di SLB. Melalui program ini, ia diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian.

Pelatihan vokasional ini, diharapkan dapat mendorong dan memotivasi penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan setara dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial tanpa diskriminasi. Seluruh biaya keberangkatan peserta dibantu Baznas Kabupaten Agam.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *