AgamSumatera Barat

Sawah Balai Belo, Koto Kaciak, Usai Direhabilitasi, Mulai Menghasilkan Padi

×

Sawah Balai Belo, Koto Kaciak, Usai Direhabilitasi, Mulai Menghasilkan Padi

Sebarkan artikel ini

TANJUNG RAYA, Marapi Post.com-Sebagian sawah masyarakat, di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sudah muli gembira, sawah ditimpa bencana alam hidrometeorologi pada akhir tahun 2025, tahun lalu, sudah mulai menghasilkan padi sawah kembali.

Petani dengan sapaan sehari-hari Mak Yus (63 tahun), Sabtu (29/8/2026) mengaku, sebelumnya sawahnya tertimbun material banjir, setelah direhabilitasi pemerintah, sudah dapat menghasilkan padi kembali, hanya saja permasalahan yang dialami sekarang, air sawah tidak bertahan, mudah kering.

Kalau air sawah tidak agak besar dialirkan masuk sawah, tidak lama kemudian sudah kering kembali, harus setiap saat dikontrol, tutur Mak Yus. Kondisi pertanaman saat ini dikawasan itu, sebagian padi sudah panen, dan akan memulai kembali, tapi sebagian masih belum.

Wali Nagari Koto Kaciak, Sawldi, S.Pd, kepada Marapi Post.com Sabtu (29/8/2026) menjelaskan, masyarakat petani yang sawah sebelumnya tertimbun material banjir, sudah mulai menghasilkan kembali, setelah pemerintah melakukan rehabilitasi.

Wali Nagari Koto Kaciak Sawaldi, S.Pd, anak sungai yang melintasi areal persawahan masyarakat, saat ini ada amblas kembali, sehingganya ada sekitar 5 hektar sawah, tidak dapat digarap ditanami padi.

Wali Nagari Sawaldi berharap, karena beratnya pekerjaan pemasangan batu-batu yang ada saat ini, pemerintah secepatnya turun tangan, karena masyarakat tidak mampu memngerjakan.

Tapi, secara umum manfaat penanganan rehabilitasi pada beberapa bulan lalu, hasilnya menggembirakan. “Usai dilakukan rehabilitasi pemerintah, namun sebagian, masih diaharapkan penaganan berkelanjutan, hingga semua areal sawah dapat memberikan produksi normal sebagaiman sedia kala”, tutur Wali Nagari Koto Kaciak.

Tapi ada pula permasalahan lain yang dihadapi petani, serangan hama tikus terhadap pertanaman padi masyarakat. Serangan hama tikus mulai menyerang tanaman padi masyarakat petani, Wali Nagari Koto Kaciak Sawaldi berharap, sesegeranya pula ada jalan keluar terhadap permasalahan ini, tutur wali Nagari Sawldi.

Dari sumber lain menyebutkan, dalam kurun waktu dari tahun 2014 hingga 2025, luas lahan pertanian basah tercatat mengalami penyusutan sebesar 213,79 hektare atau 8,95 persen, untuk Kecamatan Tanjung Raya.

Perubahan penggunaan lahan, ditambah dampak bencana banjir dan longsor, menjadi persoalan yang memengaruhi kondisi, luas, serta keberlanjutan fungsi produksi pertanian di kawasan tersebut.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *