AGAM, Marapi Post.com-Tantangan terberat generasi muda di era digital saat ini adalah resiko kecanduan teknologi dan paparan informasi palsu atau hoax. Sehebat apapun literasi digital berkembang, tidak akan lepas dari literasi membaca dan menulis.
Acara ini digelar di Aula Kantor Wali Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (23/8/2026).
Perkembangan literasi inilah sebagai perangsang kecerdasan dan ilmu pengetahuan, membawa peradaban manusia tetap dan terus maju.
Namun pengaruh teknologi canggih (telepon genggam) dengan jaringan internet dengan ragam perangkat media sosial ataupun beragam hiburannya. Inilah menjadi alat komunikasi yang bisa membawa positif dan negatif pada pola pikir maupun pengolahan rasa penggunanya.
Agar perkembangan teknologi ini, banyak pihak tetap eksis menggerakan literasi. Termasuk Rumah Baca Habibah yang berada di Surau Batu, Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Menggelar Lokakarya Penulisan Naskah Cerita Anak kepada 50 orang penggiat literasi Se Sumatera Barat.
Ketua Rumah Baca Habibah, Rizki Oktaviani mengatakan, Lokakarya Penulisan Naskah Cerita Anak bukan sekadar menjalankan sebuah program, tetapi juga menjadi perjalanan belajar yang sangat berharga bagi kami sebagai panitia pelaksana kegiatan.
“Melihat antusiasme peserta, semangat para narasumber dalam berbagi ilmu, serta dukungan dari berbagai pihak membuat kami semakin yakin bahwa ruang-ruang literasi seperti ini memiliki peran penting dalam melahirkan penulis-penulis cerita anak yang kreatif dan peduli terhadap dunia anak.” Tuturnya.
Pengalaman ini mengajarkan bahwa sebuah kegiatan yang baik lahir dari kolaborasi, kerja sama, dan komitmen banyak orang. Setiap proses yang berjalan menjadi pelajaran untuk terus bertumbuh dan memberikan yang terbaik.
Kegiatan juga hadir Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Agam, Oyong Liza, Ketua Taman Baca Masyarakat Provinsi Sumatera Barat, Hasan Achari, Ketua Asosiasi Taman Baca Kabupaten Agam, Dr. Sri Eka Handayani, Camat Banuhampu dan Walinagari Pakan Senayan beserta jajaran.
“Harapan kami, lokakarya ini tidak berhenti sebagai kegiatan satu hari, tetapi menjadi awal lahirnya karya-karya cerita anak yang berkualitas, kaya akan nilai, dan mampu menginspirasi generasi muda. Semoga semakin banyak ruang belajar yang menghadirkan semangat literasi di tengah masyarakat.” Tegasnya.
Novia Erwinda, salah seorang narasumber Penulis Cerita Anak menjelaskan, latihan embuat cerita anak maupun cerita pendek cerpen untuk anak-anak memiliki alur maju dan tidak banyak konflik. Penokohan manusia berupa sosok serang anak-anak atau orang dewasa dengan segala nilai-nilai keteladanan maupun kelemahannya.
“Anak-anak kita sering kali suka cerita yang dekat dengan kesehariannya. Semua gambaran cerita fiksi, sangat berkaitan dengan semua yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal atau sekolahnya. Dan ending cerita lebih menarik kepada membahagiakan dan melegakan,” Tutupnya.[*]











