PasamanSumatera Barat

Pemda Kabupaten Pasaman Tempatkan Tujuh Guru Tahfiz di Kecamatan Dua Koto

×

Pemda Kabupaten Pasaman Tempatkan Tujuh Guru Tahfiz di Kecamatan Dua Koto

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, Marapi Post.com-Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, terus memperkuat pendidikan karakter berbasis Al-Qur’an melalui penempatan tujuh guru tahfiz di Kecamatan Dua Koto. Program ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.

Penempatan guru tahfiz tersebut secara resmi dibuka Camat Dua Koto, Hapnil Wadi, S.H., Jumat (17/7/2026), didampingi Sekretaris Camat Ilhamsyah, Koordinator Wilayah (Korwil) SD Rafiqah Hurairi, S.Pd., M.Pd., serta Pengawas Sekolah Ariswan, S.Pd.

Dalam arahannya, Hapnil Wadi meminta seluruh guru menjalankan tugas dengan disiplin, penuh tanggung jawab, dan profesional. Ia juga mengharapkan dukungan sekolah agar program tersebut berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi peserta didik.

“Saya berharap seluruh sekolah memberikan dukungan maksimal. Program ini adalah kebijakan strategis Pemerintah Kabupaten Pasaman demi masa depan anak-anak kita,” tegasnya.

Sebanyak tujuh guru tahfiz, terdiri atas empat laki-laki dan tiga perempuan, ditugaskan untuk membina 34 sekolah, yakni 29 SD negeri dan lima SMP negeri yang tersebar di tujuh nagari di Kecamatan Dua Koto.

Masing-masing guru bertanggung jawab membina sekolah di satu nagari. Pembagian jadwal mengajar disesuaikan dengan kondisi geografis dan jumlah sekolah di wilayah tugas masing-masing.

Ketujuh guru tersebut dijadwalkan mulai melapor kepada wali nagari dan kepala sekolah pada Senin (20/7/2026), kemudian melaksanakan pembelajaran tahfiz sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Adapun guru yang ditugaskan meliputi Arif Hakim di Nagari Simpang Tonang, Elsa Apriani di Simpang Tonang Utara, Syahrul Ayup di Simpang Tonang Selatan, Edo Saputra di Cubadak, Riska Hayati di Cubadak Timur, Rebi Guswanto di Cubadak Tengah, dan Ani di Cubadak Barat.

Melalui program ini, Pemkab Pasaman berupaya memperkuat pendidikan keagamaan sejak usia sekolah. Dukungan kepala sekolah, guru, pemerintah nagari, dan masyarakat menjadi faktor penting agar pembelajaran tahfiz berjalan berkelanjutan dan mampu menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat akhlak, kedisiplinan, dan karakter generasi muda di Kabupaten Pasaman.[lk/k]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *