Kota PayakumbuhSumatera Barat

Pasar Ibuh Nasibmu kini, Pemko Payakumbuh Berjuang Untuk Rakyat

×

Pasar Ibuh Nasibmu kini, Pemko Payakumbuh Berjuang Untuk Rakyat

Sebarkan artikel ini
Pasar kaget di pasar Ibuh Payakumbuh ramai dari sore sampai malam diminati pengunjung.

Oleh Nahar Sago

PAYAKUMBUH, marapipost.com-Melihat perkembangan pasar Ibuh Barat dan Ibuh Timur kondisi sekarang sudah melebihi kapasitas dari pedagang dari pada sarana yang disediakan pemerintah.

Amat disayangkan dengan  kondisi yang sekarang bagaikan pasar tidak ada yang mengurus,  seolah-olah diatur oleh pedagang sendiri semaunya saja. Apalagi di hari Minggu banyak pedagang musiman datang tidak dapat tempat, sehingga mengambil kebijakan sendiri asalkan dagangannya dipajang dan terjual.

Ada lagi yang lebih jeleknya yang mengundang terganggunya lalu lintas dan ketertiban umum dengan diizinkannya pasar kaget di sore hari di sudut pasar berdampingan dengan jembatan ratapan ibu dan objek wisata.

Pasar kaget ini sebenarnya diadakan oleh pedagang-pedagang dari dalam yang berbondong-bondong mengangkat barang dagangannya ke pasar kaget agar bisa berjualan lancar di tempat parkir yang banyak dikunjungi konsumen, secara ber ansur-ansur pedagang yang telah punya kedai di dalam mengambil tempat di plataran parkir kendaraan roda empat yang semula disediakan Pemko.

Kini lokasi itu seolah telah resmi jadi tempat berjualan oleh pedagang yang  tidak memikirkan akan mengangkangi  Kebersihan Ketertiban dan Keindahan  (K-3).

Bagi oknum petugas di bagian pasar ini menjadi sumber pendapatan pula melebihi dari gaji mereka yg diterima setiap bulan ,karena setiap pedagang apapun tetap dipungut uang apalah namanya. Sedihnya,mak-mak yang nongkrong menjual sayur hanya 5 ikat tapi harus bayar pula uang keberihan Rp5.000.

Harapan kepada Pemko khususnya pak walikota, agar hal pasar kaget ini tidak diizinkan lagi. Biar pedagang itu berdagang pada tempatnya di dalam dan pengunjung juga aman berbelanja. Parkir liar bermeraja Lela yg mengutamakan uang masuk kantong.

Kendaraan angkutan luar kota seperti jurusan Payakumbuh-Gadut dan Payakumbuh Lintau tidak dapat tempat parkir lagi, dan ini juga menyulitkan masyarakat yang menggunakan angkutan umum ke dua jurusan ini.

Sudah sepantasnya orang-orang di bagian pasar ini digulirkan tempat tugasnya karena sudah banyak nakal dsb. Keadaan seperti ini jika dibiarkan berlalu, akan berdampak  semangkin tidak berfungsinya pasar Padang Kaduduak, dan petak toko lantai dua pasar Ibuh itu semangkin tidak diminati pedagang yg banyak masih banyak kosong.

Konon khabarnya Pemko Payakumbuh tahun 2026 ini akan melalukan peremajaan kios-kios dan lapak yang sudah dimakan usia.

Namun beredar pula berita bahwa pedagang yang akan terdampak peremajaan kios dan lapak keberatan untuk pindah ketempat yang disediakan Pemko menempati petak toko yang masih banyak kosong.

Pedagang-pedagang di pasar Ibuh itu sibuk mengumpulkan tanda tangan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Pemko. Pada hal jika pasar Ibuh tertata dengan rapi, pengunjung akan tergiur untuk berbelanja ke sana dan yang akan beruntung jelas pedagang itu sendiri.

Merunut pada masa tahun 1990 an mulai ditempati pasar harian Ibuh Barat dan Timur, sangat sulit memindahkan pedagang tersebut dari pasar induk atau pusat pertokoan sekarang.

Kadang kala terpaksa petugas main keras, tapi toh kini pasar Ibuh jadi rebutan banyak pihak. Sebaiknya pedagang jangan cari untung belaka, harus ada kontribusi apapun bentuknya terhadap kebijakan pemerintah yang telah bersusah payah mencarikan dana untuk kemajuan daerah dan masyarakatnya.[*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *