PasamanSumatera Barat

Ramadhan, Bupati Pasaman Welly Minta OPD Tetap Tuntaskan Laporan Strategis

×

Ramadhan, Bupati Pasaman Welly Minta OPD Tetap Tuntaskan Laporan Strategis

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, marapipost.com-Memasuki bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026, Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengawali rangkaian kegiatan dengan penegasan arah pembangunan dan percepatan kinerja administrasi.

Penegasan itu disampaikan Bupati Welly pada wirid pengajian dan doa bersama Rabu (18/2/2026) di Masjid Agung Al-Muttaqin, Pasaman Islamic Center. Hadiri bersama, Wakil Bupati Parulian, Sekretaris Daerah, Yudesri, staf ahli, para asisten, kepala OPD, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman.

Bupati Welly juga menekankan bahwa Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan produktivitas kerja. Karena itu bupati meminta seluruh OPD mempercepat penyelesaian berbagai laporan strategis pemerintahan dengan mengedepankan akurasi dan sinkronisasi data.

Laporan yang jadi perhatian; Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD), Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj), Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKJIP). Ditegaskan bupati, tidak boleh ada keterlambatan maupun ketidaksinkronan data antarperangkat daerah.

“Tidak boleh ada keterlambatan, ketidaksinkronan data, ataupun sikap saling menunggu. Akuntabilitas administrasi merupakan cerminan profesionalitas sekaligus marwah Pemerintah Kabupaten Pasaman”, ujar bupati. Bupati mengingatkan pentingnya koordinasi antar-OPD serta menghindari ego sektoral guna menjaga citra pemerintah daerah sebagai institusi yang tertib dan kredibel di hadapan publik.

Bupati Welly Suhery juga menetapkan prinsip Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) sebagai fondasi moral seluruh program pembangunan, sekaligus memerintahkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) menuntaskan laporan strategis pemerintahan tepat waktu.

Filosofi ABS-SBK yang mengakar dalam kehidupan masyarakat Minangkabau, harus jadi nilai dasar dalam setiap kebijakan pemerintah daerah. Penguatan prinsip tersebut merupakan program unggulan pertama dari sepuluh program yang dicanangkan dan menjadi landasan moral bagi sembilan program prioritas lainnya.

“Semangat tersebut selanjutnya kita aktualisasikan dalam arah pembangunan daerah melalui 10 program unggulan. Penguatan prinsip ABS-SBK memiliki posisi strategis, tidak hanya sebagai agenda tersendiri, tetapi juga menjadi fondasi nilai yang menjiwai dan membimbing pelaksanaan sembilan program lainnya”, ujar Welly Suhery.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada capaian fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembentukan karakter masyarakat yang berakhlak, disiplin, dan bertanggung jawab. “Inilah makna pembangunan yang utuh kuat secara struktural sekaligus kokoh secara moral”, katanya.

Pengurus pengajian mengundang Ustad Masri, S.Pd.I., M.Pd sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya ia mengingatkan pentingnya tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa serta memperbaiki hubungan antarsesama melalui saling memaafkan sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadhan.

Acara diakhiri dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Pasaman, dilanjutkan dengan tradisi bersalam-salaman antara Bupati, Wakil Bupati, dan seluruh jajaran pejabat serta ASN.[lk]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *