AgamSumatera Barat

Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam Dorong WBP Produktif Lewat SAE

×

Lapas Kelas II B Lubuk Basung, Kabupaten Agam Dorong WBP Produktif Lewat SAE

Sebarkan artikel ini

LUBUK BASUNG, Marapi Post.com-Pembinaan warga binaan tidak hanya berbicara tentang menjalani masa pidana, tetapi juga tentang menyiapkan bekal keterampilan agar mereka mampu kembali ke tengah masyarakat dengan lebih mandiri dan produktif.

Semangat tersebut terus diwujudkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung melalui kegiatan pembinaan kemandirian di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Dijelaskan Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, A.Md.IP, S.H, M.H, Sabtu (29/8/2026), Jumat (28/8/2026), petugas melaksanakan pengawasan rutin terhadap kegiatan peternakan, khususnya ternak ayam dan bebek yang dikelola di area SAE.

Pengawasan dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan seluruh kegiatan pembinaan berjalan tertib, produktif, sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pemeriksaan kondisi kandang, memastikan pemberian pakan ternak berjalan dengan baik, serta melakukan pencatatan dan penghitungan produksi telur harian.

Hasil pemantauan menunjukkan, produksi telur bebek mencapai sekitar 50 butir per hari, sementara ayam layer menghasilkan sekitar 240 butir per hari.

Angka tersebut bukan sekadar catatan produksi. Dibalik aktivitas tersebut terdapat proses pembelajaran, kedisiplinan, tanggung jawab, serta upaya membangun kepercayaan diri warga binaan melalui keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Pengawasan rutin juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan ternak dan kebersihan kandang. Dengan kondisi peternakan yang terpelihara, produktivitas diharapkan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi sarana kontrol terhadap pelaksanaan tugas WBP yang dipercaya menjalankan aktivitas di sektor peternakan. Dengan demikian, pembinaan tidak berhenti pada pemberian keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan etos kerja.

Pihak Lapas Kelas IIB Lubuk Basung menempatkan kegiatan SAE sebagai salah satu bagian dari pembinaan kemandirian, dengan harapan keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi modal positif bagi WBP setelah menyelesaikan masa pidananya.

Kegiatan pengawasan berlangsung dalam keadaan tertib dan lancar. Melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten, Lapas Kelas IIB Lubuk Basung menunjukkan, proses pemasyarakatan memiliki dimensi lebih luas.

Melakukan pembinaan agar mampu memperbaiki diri, memiliki keterampilan, dan perlahan mempersiapkan langkah untuk kembali menjalani kehidupan secara produktif di tengah masyarakat.

Dari kandang dan lahan pembinaan, tumbuh harapan baru, setiap warga binaan memiliki kesempatan untuk berubah, belajar, dan menata kembali masa depan mereka, tutur Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung Budi Suharto.[lk]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *