LUBUK BASUNG, Marapi Post.com– Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus memperkuat pelayanan sosial dan penanganan kebutuhan masyarakat, khususnya warga terdampak bencana serta kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus.
Di bawah kepemimpinan Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Datuak Tan Batuah, melalui Dinas Sosial, pemerintah daerah bergerak menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, melakukan asesmen langsung, dan mendata warga yang memerlukan penanganan lanjutan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan masyarakat yang menghadapi kesulitan memperoleh pelayanan secara cepat dan tepat sasaran.
Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan mendesak, tetapi juga mencakup identifikasi kondisi warga, pendataan kelompok rentan, serta koordinasi dengan unsur terkait untuk mendukung pemulihan sosial masyarakat.
Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa setiap laporan maupun surat permohonan dari masyarakat akan segera ditindaklanjuti melalui bidang yang berwenang.
“Setiap surat masuk atau laporan dari masyarakat selalu kami respons dengan cepat. Penanganannya disesuaikan dengan bidang yang menangani agar kebutuhan warga dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Villa Erdi, Senin (12/10/2026).
Sejak Kamis (8/10/2026), Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Agam turun langsung ke sejumlah kecamatan untuk menyalurkan bantuan permakanan dan sandang sekaligus melakukan asesmen terhadap warga yang mengajukan permohonan alat bantu.
Kegiatan tersebut menjangkau sejumlah wilayah, termasuk Palembayan, Malalak, dan Ampek Koto, yang juga menjadi bagian dari wilayah dengan kebutuhan pelayanan sosial di tengah kondisi terdampak bencana.
Dalam penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat menjadi salah satu aspek penting, terutama ketika warga menghadapi keterbatasan akses terhadap pangan, pakaian, dan perlengkapan sehari-hari.
Karena itu, pendataan dan asesmen lapangan diperlukan agar bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi serta tingkat kebutuhan penerima.
Bantuan yang disalurkan Dinas Sosial Kabupaten Agam meliputi beras, telur, minyak goreng, sarden, dan makanan ringan. Sementara bantuan sandang terdiri atas pakaian, handuk, sabun, sampo, serta perlengkapan kebutuhan dasar lainnya sesuai ketersediaan.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan berdasarkan permohonan masyarakat dan hasil penilaian petugas di lapangan. Pendekatan ini diharapkan membantu memastikan warga yang benar-benar membutuhkan memperoleh perhatian, termasuk masyarakat yang mengalami kesulitan akibat bencana, keterbatasan ekonomi, maupun kondisi kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, penanganan sosial juga membutuhkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, nagari, jorong, Pekerja Sosial (Peksos), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK),, mulai dari pendataan kebutuhan hingga dukungan terhadap proses pemulihan masyarakat.
Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril, S.E., menjelaskan bahwa setiap permohonan yang diterima pihaknya ditindaklanjuti melalui asesmen langsung ke rumah warga. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi sosial, kesehatan, dan kebutuhan penerima sebelum bantuan diberikan.
“Setelah surat permohonan diterima, kami langsung melakukan asesmen ke rumah warga yang bersangkutan dengan melibatkan Peksos, TKSK, dan pihak nagari atau jorong setempat,” jelas Hasneril.
Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Baso. Tim gerak cepat Dinas Sosial bersama Peksos dan TKSK mengunjungi kediaman Misna (83), seorang lanjut usia yang mengalami stroke akibat hipertensi hingga mengganggu fungsi gerak motoriknya. Saat ini, Misna tinggal bersama anaknya.
Dalam kunjungan tersebut, petugas menyerahkan bantuan permakanan dan sandang. Penyerahan bantuan turut dihadiri Wali Jorong Mancuang sebagai perwakilan Pemerintah Nagari Padang Tarok.
Bantuan serupa juga disalurkan kepada Eriyanti, perempuan yang masuk kategori rawan sosial ekonomi dan mengidap kanker payudara stadium akhir. Eriyanti saat ini terbaring lemah di rumah orang tuanya di Jorong Surau Baranjuang, Nagari Kubang Putiah.
Penyaluran bantuan kepada kedua warga tersebut menjadi bagian dari pelayanan sosial bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akibat kondisi kesehatan dan ekonomi.
Melalui asesmen langsung, petugas dapat mengetahui kebutuhan penerima sekaligus mempertimbangkan bentuk bantuan yang sesuai.
Selain menyalurkan bantuan kebutuhan dasar, tim Dinas Sosial Kabupaten Agam juga melakukan asesmen terhadap warga yang mengajukan permohonan alat bantu di Kecamatan Palembayan dan Malalak.
Hasneril menerangkan, keterbatasan persediaan alat bantu membuat proses penentuan penerima harus dilakukan secara selektif.
Petugas perlu memastikan kondisi pemohon dan tingkat kebutuhannya agar bantuan dapat diprioritaskan kepada warga yang benar-benar memerlukan.
“Karena stok alat bantu terbatas, asesmen dilakukan secara selektif agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan sesuai pengajuannya. Jika stok tahun ini tidak mencukupi, akan kami ajukan kembali pada tahun depan,” ungkapnya.
Menurutnya, asesmen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan diberikan berdasarkan kondisi nyata dan data yang telah diverifikasi. Sementara permohonan yang belum dapat dipenuhi karena keterbatasan persediaan akan menjadi bahan pengusulan kembali untuk pemenuhan kebutuhan berikutnya.
Kegiatan di lapangan turut didampingi TKSK dan perangkat wilayah setempat, yakni Mulyani selaku Wali Jorong Koto Tinggi, Riansyah selaku Wali Jorong Palembayan Tangah, Wali Jorong Marambuang Naswir.
Dalam upaya memperkuat pelayanan kepada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Bupati Benni Warlis menempatkan koordinasi antarperangkat daerah dan pemerintahan di tingkat wilayah sebagai bagian penting dalam penanganan kebutuhan masyarakat.
Penanganan bencana memerlukan kerja bersama, mulai dari identifikasi warga terdampak, pendataan kebutuhan mendesak, penyaluran bantuan, hingga pemantauan kondisi masyarakat selama masa pemulihan.
Langkah tersebut juga perlu memperhatikan kelompok rentan, seperti lanjut usia, penyandang disabilitas, anak-anak, serta warga dengan kondisi kesehatan dan keterbatasan ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Sosial berperan pada aspek perlindungan dan bantuan sosial, sedangkan penanganan kedaruratan, evakuasi, kaji cepat, serta pemulihan infrastruktur dilakukan bersama instansi terkait sesuai kewenangannya.
Melalui koordinasi yang terarah, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih cepat, meminimalkan kemungkinan warga yang membutuhkan terlewat dari pendataan, serta memastikan bantuan disalurkan berdasarkan skala prioritas.
Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya pelayanan sosial yang tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berlanjut melalui pendampingan, pemantauan, dan pengusulan kebutuhan lanjutan bagi masyarakat yang masih memerlukan dukungan.
Dengan keterlibatan Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, nagari, jorong, Peksos, TKSK, dan instansi terkait lainnya, Pemkab Agam terus berupaya memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat, baik dalam menghadapi kesulitan ekonomi dan kesehatan maupun ketika harus menjalani proses pemulihan setelah bencana.[lk]











