TANJUNG MUTIARA, Marapi Post.com-Dampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada akhir 2025 menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya, SD Negeri 07 Labuhan, Pantai Labuhan, Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara, kini mendapat sentuhan revitalisasi melalui dukungan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp925.680.166 dari APBN 2026.
Sekolah yang berada di kawasan pesisir tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana. Revitalisasi diharapkan tidak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik serta tenaga pendidik dalam melaksanakan proses belajar mengajar.
KUK Pendidikan Kecamatan Tanjung Mutiara, Masri, S.P., M.Pd., saat dikonfirmasi, Kamis (8/10/2026), menjelaskan bahwa pekerjaan fisik revitalisasi telah dimulai bulan April 2026, dan dilaksanakan di bawah pengawasan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). “Pekerjaan memiliki durasi 150 hari kalender,” jelas Masri.
Program revitalisasi tersebut diarahkan untuk melakukan intervensi fisik terhadap bagian sekolah yang mengalami kerusakan maupun fasilitas yang membutuhkan peningkatan standar kelayakan. Pekerjaan mencakup pembenahan ruang belajar dan ruang kelas, termasuk perbaikan struktur maupun kondisi fisik bangunan agar kembali layak dan aman digunakan.
Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Agam, revitalisasi SD Negeri 07 Labuhan merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, sehingga sekolah dapat menjadi lingkungan belajar yang lebih aman, sehat dan nyaman.
Selain ruang belajar, pembenahan juga diarahkan terhadap sarana pendukung, termasuk fasilitas sanitasi, kenyamanan lingkungan sekolah serta area bermain dan halaman. Penataan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan mendukung perkembangan kreativitas peserta didik.
Sebanyak 148 peserta didik menuntut ilmu di sekolah tersebut.
Memasuki tahap awal pekerjaan, aktivitas pembangunan mulai terlihat di lingkungan sekolah. Mobilisasi material dan persiapan pekerjaan menjadi bagian awal dari proses revitalisasi yang ditargetkan berlangsung selama 150 hari kalender.
Bagi warga sekolah, revitalisasi bukan sekadar persoalan bangunan. Setelah melalui kondisi yang terdampak bencana, perbaikan sarana pendidikan menjadi bagian penting untuk memulihkan kenyamanan dan ketenangan dalam proses belajar mengajar.
Kepala SD Negeri 07 Labuhan, Elva Yanti, S.Pd., mengatakan warga sekolah merasakan perubahan positif setelah pekerjaan revitalisasi rampung pada September 2026.
Menurutnya, kondisi sekolah yang lebih baik memberikan ketenangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran sekaligus membuat peserta didik merasa lebih nyaman berada di lingkungan sekolah.
“Setelah pekerjaan revitalisasi selesai, warga sekolah sungguh merasakan ketenangan dalam menjalankan PBM. Peserta didik juga merasa lebih nyaman,” ujar Elva.
Revitalisasi SD Negeri 07 Labuhan akhirnya bukan hanya tentang memperbaiki bangunan yang rusak. Lebih dari itu, program tersebut menjadi langkah untuk memastikan anak-anak di kawasan Pantai Labuhan tetap memiliki ruang belajar yang layak, aman dan nyaman-meski sekolah mereka sebelumnya turut merasakan dampak bencana hidrometeorologi akhir 2025.[lk]











