AgamSumatera Barat

Tebing Sungai Batang Tiku Makin Terkikis, SD Negeri 08 Durian Kapeh Terancam

×

Tebing Sungai Batang Tiku Makin Terkikis, SD Negeri 08 Durian Kapeh Terancam

Sebarkan artikel ini

AGAM, Marapi Post.com-Keselamatan peserta didik di SD Negeri 08 Durian Kapeh, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, patut mendapat perhatian serius. Kondisi lingkungan sekolah yang berada sangat dekat dengan aliran Sungai Batang Tiku, memperlihatkan ancaman serius terhadap keamanan bangunan, khususnya ruang kelas 5 B.

Guru Kelas V B, Surya, S.Pd, Rabu (9/9/2026) setiap kali masuk ruangan kelas 5 B itu untuk mengajar, selalu was-was, tapi harus bagaimana. “Bagaimana lagi kami harus berbuat, tidak ada tempat pemindahan murid untuk belajar”, tutur Suryadi.

Berdasarkan kondisi terakhir di lokasi, aliran sungai terlihat hanya berjarak sangat dekat dari bangunan sekolah. Pada bagian tepian sungai juga tampak tanah yang terkikis, dengan material tanah dan bebatuan berada di sekitar sisi bangunan.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran apabila terjadi peningkatan debit Sungai Batang Tiku. Gerusan air yang terus berlangsung berpotensi memperlemah bagian tepi sungai dan lingkungan sekitar bangunan sekolah. Yang jelas sekarang WC (Toilet)  tidak ada lagi di sekolah yang memilik murid hampr 200 murid ini.

Persoalan SD Negeri 08 Durian Kapeh tidak semestinya hanya dilihat sebagai kerusakan infrastruktur biasa. Letak bangunan yang berdekatan dengan sungai menjadikan faktor keselamatan harus menjadi pertimbangan utama.

Ruang kelas VB yang berada di bagian dekat aliran sungai, bergohong, perlu mendapatkan pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan tingkat keamanan bangunan, kondisi tanah, serta potensi pergerakan atau pengikisan lahan di sekitar sekolah.

Beberapa warga, ketika diinvestigasi lapangan, berucap, jika secara teknis ruangan dinyatakan tidak aman, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah cepat, termasuk menyediakan ruang belajar alternatif hingga penanganan permanen dapat dilakukan.

Kondisi di SD Negeri 08 Durian Kapeh seharusnya menjadi perhatian bersama. Sekolah merupakan tempat anak-anak menimba ilmu, sehingga lingkungan belajar harus memberikan rasa aman dan nyaman.

Pemerintah Kabupaten Agam melalui perangkat daerah terkait diharapkan segera melakukan peninjauan lapangan dan kajian teknis. Dinas Pendidikan, BPBD, serta instansi teknis lainnya dapat berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Terlebih, persoalan ini berkaitan langsung dengan potensi bencana akibat kedekatan bangunan dengan sungai. Keselamatan siswa tidak boleh menunggu sampai bangunan mengalami kerusakan lebih parah. Pencegahan jauh lebih penting daripada bertindak setelah bencana terjadi.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *