LUAK LIMOPULUAH, Marapi Post.com-Lomba Pacu Itik masih sebatas pelaksanaan Iven atau Alek (permainan) Anak Nagari yang dilaksanakan saat moment-moment tertentu diberbagai gelanggang pacuan yang ada di Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Limapuluh Kota (Luak Limopuluah).
Pacu Itiak Luak Limopuluah disebut hanya ada satu-satunya didunia, namun belum mendapat perhatian atau sentuhan dari Pemerintah, sehingga tiap pelaksanaan, penonton “itu ke itu saja”, jikapun bertambah, hanya orang yang kebetulan lewat atau terpaksa melewati lokasi tempat/gelanggang pacuan digelar.
Padahal pacu Itiak memiliki daya tarik tersendiri, itik yang pada umumnya tidak bisa terbang, kini dilatih hingga bisa terbang, bahkan dengan jarak bisa mencapai 1000 M lebih.
Beberapa tahun lalu, pacu Itiak pernah menjadi acara pembuka dalam Pelaksanaan Balap Sepeda Tour de Singkarak (TdS), bahkan jauh-jauh tahun dahulu, konon pacu Itiak juga pernah ditampilkan dalam acara-acara besar tingkat Kota Payakumbuh, namun kini, pacu Itiak masih sebatas permainan anak Nagari tingkat Kelurahan.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Rembon (Ketua Umum Persatuan Olahraga Terbang Itik/PORTI) Luak Limopuluah, Yb. dt. Parmato Alam disela-sela menyaksikan Pacu Itiak yang digelar Anak Nagari Aua Kuniang Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang (SAPAKU) Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu siang (30/8/2026).
Ini (pacu terbang itik) yang kita gelar selama dua hari, merupakan agenda rutin tahunan. Di Kota Payakumbuh terdapat tiga gelanggang, begitu juga di Kabupaten Limapuluh Kota, kedepannya kita harapkan menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan permainan tradisi anak nagari, dikemas/diberi sentuhan agar menjadi lebih baik,”ucapnya.
Dengan kemasan atau sentuhan dari Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dina Pariwisata dan Olah Raga akan memberikan dampak pada kunjungan wisatawan.
“Perhatian atau sentuhan yang diberikan nantinya akan memancing kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, sebab pacu Itiak satu-satunya di dunia, cuma ada di Luak Limapuluh,”ucap Ketua LKAAM Kota Payakumbuh itu.
Dt. Parmato Alam juga menyebut, dengan sentuhan atau perhatian dari Pemerintah Daerah yang lebih maksimal, Pacu Itiak akan memberikan nilai tambahnya bagi daerah.
” Saat ini masih digelar ditingkat Nagari tiap tahunnya, kedepannya tentu kita berharap dari waktu ke waktu bisa ditingkatkan sehingga menjadi nilai tambah bagi Kota Payakumbuh.
Diantaranya dengan memberi ruang pacu Itiak dalam peringatan HUT kemerdekaan RI tingkat Kota Payakumbuh ataupun dalam HUT Kota Payakumbuh, serta mengundang pihak luar (agent wisata) untuk menyaksikan Pacu Itiak.”harapnya.
Gelanggang pacuan terbang itik di Kota Payakumbuh ada di Aua Kuniang, Sicincin Padang Cubadak serta Gelanggang Tunggua Kubua Kapalo Ampangan, sementara di Kabupaten Limapuluh Kota, gelanggang pacuan terdapat di Padang Panjang, Parak Loweh serta di Sikabu-kabu.
Sejak tahun 2020, pacu itiak diakui secara resmi oleh pemerintah Republik Indonesia sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda khas Indonesia dalam bidang Seni Pertunjukan yang berasal dari Sumatera Barat.[NASA]











