PESISIR SELATAN, Marapi Post.com-Merah Putih berkibar memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 1945-2026, namun di tengah suasana kemerdekaan itu, duka mendalam justru menyelimuti keluarga besar TNI dan masyarakat Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.
Dikutip dari Peduli Pesisir Selatan Selasa (18/8/2026), seorang putra terbaik Pesisir Selatan, Pratu Rizki Kurniawan, prajurit asal Kenagarian Lumpo, dilaporkan gugur dalam kontak tembak saat menjalankan tugas di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (17/8/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.12 WIT. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/Yudha Sakti (YS) bersama Posramil Jila Kodim 1710/Mimika secara tiba-tiba mendapat serangan tembakan dari tiga arah.
Personel TNI yang berada di lokasi kemudian melakukan tindakan pertahanan dan memberikan tembakan balasan. Kontak tembak berlangsung sengit dan menyebabkan tiga prajurit Yonif 133/YS menjadi korban.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Tri Purwanto, membenarkan kejadian tersebut. Pratu Rizki Kurniawan dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak serius di bagian kepala.
Dua prajurit lainnya, yakni Pratu Y. Pasaribu dan Pratu Kiki Febrio, juga mengalami luka tembak. Pratu Y. Pasaribu mengalami luka di bagian pinggang, sedangkan Pratu Kiki Febrio mengalami luka pada lengan. Keduanya kemudian dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak TNI menduga serangan tersebut dilakukan kelompok bersenjata yang dikaitkan dengan kelompok KKB/OPM Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Pemne Kogoya.
Kapolres Mimika AKBP Alredo Agustinus Rumbiak menyebutkan, lokasi kontak tembak berada tidak jauh dari Mapolsek Jila. Setelah kejadian, personel kepolisian setempat meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat pengamanan guna mengantisipasi kemungkinan serangan susulan.
Duka Mendalam di Lumpo
Kepergian Pratu Rizki Kurniawan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan masyarakat di Kampung Koto Sungai Gayo, Lumpo, Pesisir Selatan. Ia gugur ketika sedang menjalankan tugas negara, bahkan pada hari ketika bangsa Indonesia tengah memperingati kemerdekaannya.
Bagi keluarga, kepergiannya bukan sekadar kehilangan seorang anak dan anggota keluarga. Bagi masyarakat Pesisir Selatan, Rizki dikenang sebagai putra daerah yang memilih jalan pengabdian dengan mengenakan seragam TNI.
Di hari kemerdekaan itu, ketika bangsa Indonesia mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur demi Merah Putih, nama Pratu Rizki Kurniawan turut menjadi bagian dari kisah pengabdian anak bangsa di medan tugas.
Selamat jalan, Pratu Rizki Kurniawan. Pengabdianmu kepada bangsa akan menjadi kenangan yang tak mudah dilupakan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.[*]
Sumber: Peduli Pessel











