AgamSumatera Barat

Kehadiran Siswa Kurang 80 % disekolah, di SMA Negeri 3 Lb. Basung, Tidak Naik Kelas

×

Kehadiran Siswa Kurang 80 % disekolah, di SMA Negeri 3 Lb. Basung, Tidak Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Kepala SMA Negeri 3 Lubuk Basung Hilda Sridewita, SE, M.Pd.

AGAM, marapipost.com-SMA Negeri 3 Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tegas dengan regulasi yang sudah ditetapkan sekolah, siswa yang kehadirannya disekolah kurang dari 80 persen, tidak dinaikan kejenjang kekelas lebih tinggi.

Dan komitmen tersebut ditegaskan kembali dalam rapat kenaikan kelas Rabu (17/6/2026). Rapat itu dipimpin langsung Kepala SMA Negeri 3 Lubuk Basung Hilda, SE, M. Pd, di SMA Negeri 3 di Sago, Manggopoh.

Kepala SMA Negeri 3 Lubuk Basung, Hilda Sri Siswa, se, M. Pd, menjelaskan disekolah, usai rapat kenaikan kelas, menjelaskan, siswa yang dinaikan kekelas selanjutnya adalah siswa yang telah menuntaskan Kriteria siswa naik kelas, telah menyelesaikan 9 program sekolah.

Ada 9 bidang studi ekstrakurikuler yang diterapkan di SMA Negeri 3 Lubuk Basung. Sembilan ekstrakurikuler itu; Tahfiz Alqur’an. Sekolah menyediakan guru tahfiznya.  Pembinaan krakter dibidang keagamaan. Program ini  sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kemenag. Paskibraka, pembinaan Polres Agam, satu kali setiap minggu.

Kegiatan pramuka tiap sabtu di sekolah, wirid remaja, silek tuo, senam pagi, Kortik (dramband), tujuh kebiasaan anak Indonesia Hebat. Program itu untuk pembentukan karakter yang digagas pemerintah menciptakan generasi emas.

Program ini berfokus pada pembiasaan harian yang sederhana, namun berdampak besar pada fisik, mental, dan spiritual anak. Wirid remaja, dan Pesantrem Ramadhan pada bulan suci Ramadhan.

Kesemua pogram itu, tutur Hilda, tidak akan mungkin dapat diikuti siswa apabila kehadiran siswa itu disekolah kurang dari 80 persen. Justeru itu, sekolah telah menetapkan, siswa yang kehadirannya kurang dari 80 persen, tidak dinaikan kekelas berikutnya.

Tujuh kebiasaan ana Indonesia hebat itu; Bangun Pagi. Bangun pagi membantu anak melatih disiplin waktu dan mempersiapkan mental sebelum beraktivitas. Taat Beribadah. Menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi untuk membentuk integritas, kejujuran, dan empati anak sejak dini.

Berolahraga. Berolahraga menjaga kebugaran tubuh, mengelola stres, serta membangun kemampuan kerja sama tim. Makan Sehat dan Bergizi. Makan Sejhat dan Bergizi, memenuhi kebutuhan nutrisi harian agar tumbuh kembang optimal dan memiliki konsentrasi belajar yang baik.

 Gemar Belajar. Gemar Belajar, mengubah paradigma belajar dari kewajiban menjadi kesenangan dengan menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity).

 Bermasyarakat. Bermasyarakat dengan tujuan mengasah jiwa sosial, toleransi, dan gotong royong melalui interaksi dengan teman sebaya dan lingkungan sekitar. Tidur Tepat Waktu. Tidur tepat waktu, memastikan waktu istirahat (tidur) cukup untuk regenerasi sel, menjaga kestabilan emosi, dan memulihkan stamina.

Menjawab pertanyaan, apa ada kemungkinan ada pelajaran yang tidak disukai, atau ditakuti, misalnya saja matematika, dijelaskan Hilda, sebenarnya bidang studi itu tidak perlu ada yang ditakuti. “Bidang studi apa yang ditakutkan, kan ada matapelajaran pilihan. Paket mata pelajaran pilihan itu, sesuai dengan rencana studi lanjutan pendidikan siswa berikutnya”, tutur Hilda.

Siswa yang tidak naik kelas itu, dari awal sudah dibina dan diingatkan. Pertama dibina guru bidang studi, kemudian wali kelas, terakhir didatangi orangtua siswa. Jenjang itu sudah dilakukan. Dan hal itu yang dibahas dalam rapat Rabu (17/6/2026), jelas Hilda.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *