PASAMAN. Marapipost.com-Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen menyikapi mitigasi bencana melalui Gerakan Penanaman Pohon Serentak pada 62 titik Nagari, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan penanaman pohon untuk Kabupaten Pasaman dipusatkan di Jorong Lungguak Batu, Nagari Koto Kaciak Barat, Kecamatan Bonjol ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Nasional 2026.

Acara dipimpin Bupati Pasaman, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasaman, Yudesri, S.I.P, M.Si, diikuti Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, unsur Forkopimda, para Asisten, Kepala OPD, BPBD, Camat, Wali Nagari, Ketua Orari Pasaman, serta Ketua Pengurus Komunitas Sayang Bumi Pasaman (KSBP).
Peringatan mengusung tema “Siap Untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana” ini diikuti secara serentak di seluruh Indonesia. Kabupaten Pasaman turut bergabung secara daring via Zoom Meeting dengan kabupaten/kota lainnya se-Indonesia. Puncak simbolis acara ditandai dengan pembunyian kentongan, sirine, lonceng, dan alat Early Warning System (EWS) secara serentak pada pukul 10.00 WIB.
Laporan panitia pelaksana, menyebutkan, kegiatan ini dilaksanakan didasari Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007, tentang Kebencanaan, selaras dengan Program Unggulan Kabupaten Pasaman pada Misi ke-8, yakni meningkatkan kesiapsiagaan dan tanggap bencana.
Pohon ditanam 6.200 bibit, ditanam secara serentak di seluruh nagari, melibatkan sekitar 200 personil dilokasi utama. Terdiri dari unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat yang turut serta secara bersama-sama.
Sekretaris Daerah Yudesri dalam sambutannya menegaskan bahwa topografi Pasaman yang berbukit menuntut masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
“Kesiapsiagaan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah kebutuhan. Melalui gerakan ‘Nagari Menanam Pohon’ ini, kita sedang melakukan investasi jangka panjang untuk mitigasi bencana. Kita ingin mewujudkan masyarakat nagari yang mandiri dan mengenali ancaman di lingkungannya”, ujar Sekda Yudesri.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa urusan bencana adalah urusan bersama. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan kelompok masyarakat seperti KSBP serta Orari menjadi kunci utama menuju Pasaman yang tangguh. “Mari bersatu dalam siaga untuk tanggap menghadapi bencana,” tambahnya sembari membacakan pantun ajakan siaga bencana.
Aksi penanaman pohon ini diharapkan mampu memperkuat daerah tangkapan air dan mencegah abrasi serta longsor di titik-titik rawan, sekaligus membangun budaya sadar bencana bagi seluruh warga Kabupaten Pasaman.[Al Putra/k]











