LUBUK BASUNG, marapipost.com-Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Budi Suharto, A.Md.IP, SH, resmikan pemasangan 4 ASN nya naik pangkat. Peresmian dan pemasangan tanda pangkat diselenggarakan Rabu (11/2/2026) dengan upacara yang sungguh bergengsi.
Empat ASN naik pangkatan, merupakan naik pangkat lompatan, dari golongan II/b, langsung ke golongan III/a. Sungguh beruntung 4 ASN tersebut. Kenaikan pangkat ASN lompatan itu, atas keberhasilan menyelesaikan pendidikan pada kesrjanaannya Strata (S) 1. Tidak itu saja, 4 ASN itu dedikasinya juga tinggi.
Dalam arahannya Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, banyak mendidik dan memberikan arahan, agar ASN di Lapas Kelas IIB ini, bagi yang ingin melanjutkan, Kalapas Kelas IIB Lubuk Basung, Budi Suharto, akan menerbitkan surat rekomendasi untuk pengurusan surat izin kelanjutan pendidikannya.
Untuk saat ini untuk melanjutkan pendidikan tidak ada yang sulit lagi, ada UT, ada kuliah via zoom, ada perguruan tinggi yang membuka perkuliahan pada luar jam kerja. Jadi tidak ada yang sulit lagi, selagi ada kesempatan, kesempatan itu tidak akan datang dua kali, karena itu, begitu ada peluang, segera tangkap, segera manfaatkan.
“Teladani lah yang ASN 4 ini, ia naik pangkat lompatan, dari golongan II/b langsung naik golongan III/a, kalau ditunggu naik pangkat regular, dari II/b ke II/c 4 tahun, dari II/c ke II/d 4 tahun pula, kalau tidak S.1, pangkat hanya didapat paling tinggi II/d, betapa ruginya apabila tidak melanjutkan pendidikan, mumpung masih ada kesempatan”, tutur Kalaps Bu Harto, mendorong ASN nya agar maju.
Budi Suharto tidak member kegasan komitmennya kepada ASN yang belum sarjana, tapi yang S.1 juga didorong untuk melanjutkan pendidikan ke S.2, kalau bisa sampai S.3, kata Budi Suharto mendorong anggotanya untuk lebih maju. Pendidikan itu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur sipil negara (ASN) melalui jenjang pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Pejabat yang disematkan tanda pangkat barunya dari golongan II/B ke pangkat golongan III/a; Fauzi Rachman (anggota jaga), Agustiar Aziz (anggota jaga), Irman Rurdi (anggota jaga), dan Roorinoer Ilyas (staf kepegawaian).
Upacara pemasangan tanda pangkat baru dipimpin langsung Kalapas diikuti bersama seluruh jajaran. Sebelum pemasangan tanda pangkat, penggantian peci, dilaksanakan pembacaan Surat Keputusan (SK).
Dalam sambutannya dijsampaikan Budi Suharto, kenaikan pangkat bukan sekadar formalitas administratif, melainkan hasil dari kinerja, disiplin, serta pemenuhan jenjang pendidikan yang telah dipersyaratkan.
Pejabat yang dilantik ini telah memenuhi syarat, menunjukkan kinerja baik, memiliki dedikasi tinggi, serta tidak pernah melakukan pelanggaran selama bertugas. Ini bukti bahwa peningkatan pendidikan berbanding lurus dengan peningkatan karier, jelas Budi Suharto.
Peningkatan kompetensi melalui pendidikan formal maupun pelatihan, papar Budi Suharto, menjadi faktor penting dalam mendukung profesionalisme ASN di lingkungan pemasyarakatan. Sebagai pimpinan satuan kerja, Budi Suharto terus mendorong dan memotivasi seluruh pegawai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk melalui perkuliahan.
Peningkatan kualitas SDM itu, papar Budi, sangat krusial dalam menghadapi tantangan tugas pemasyarakatan yang semakin kompleks, termasuk pembinaan warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan penguatan sistem keamanan.[lk]








