Kabupaten Tanah DatarSumatera Barat

Kajian Risiko Bencana Disosialisasikan Kepada Para Camat Se Tanah Datar

×

Kajian Risiko Bencana Disosialisasikan Kepada Para Camat Se Tanah Datar

Sebarkan artikel ini

BATUSANGKAR, Marapi Post.com–
Camat Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Bsrat, mendapat sosialisasi kajian resiko kebencanaan, diharapkan camat aktif memberikan informasi, masukan, gambaran terhadap kondisi dan potensi bencana di wilayah masing-masing.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Tanah Datar Abdurahman Hadi, Senin (12/10/2026) saat membuka kegiatan Workshop dan Sosialisasi Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat diimplementasikan di Meeting Room Cafe Titik Kumpul Seitarab Batusangkar.

Dikatakannya, di Tanah Datar telah terjadi bencana alam tahun 2024, 2025, dan 2026.Untuk itu kita harus lebih waspada terhadap kemungkinan bencana bakal terjadi untuk masa-masa mendatang.

Sehubungan penyusunan dokumen KRB baru,imbuh Sekda para camat harus aktiv karena camat memiliki pemahaman mengenai kondisi wilayah, permasalahan di lapangan sekaligus potensi ancaman bencana di masing-masing wilayahnya.

Dokumen KRB tidak boleh disusun berdasarkan data umum, tetapi harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan.

Dalam hal ini, sebut Sekda, dukungan seluruh OPD,terutama perangkat daerah terlibat langsung dalam penanganan bencana,yaitu, BPBD, Dinas Sosial, Bappeda, Dinas Pertanian, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Sinergi antar instansi dan pemerintah kecamatan sangat penting agar dokumen disusun dapat memberikan gambaran risiko secara komprehensif dan menjadi pedoman dalam pengambilan kebijakan selanjutnya.

Seterusnya,Kalaksa BPBD Tanah Datar Sofyan Ali Azumara mengatakan, penyusunan dokumen KRB baru perlu dilakukan karena dokumen lama telah berakhir masa berlakunya tahun 2025. Dokumen baru akan menjadi acuan untuk periode lima tahun ke depan.

Selanjutnya,melalui workshop dan sosialisasi , Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mengharapkan terkumpul berbagai masukan dan informasi akurat dari seluruh pemangku kepentingan, terutama para camat merupakan ujung tombak menyampaikan kondisi wilayahnya masing-masing.

Aktivitas diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, pihak tergabung dalam Tim Reaksi Cepat Tanah Datar Luhak NanTuo.[emer]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *