Kota PayakumbuhSumatera Barat

Normalisasi Batang Agam Payakumbuh Tetap Berlanjut, Sedot APBN Rp160 Milyar

×

Normalisasi Batang Agam Payakumbuh Tetap Berlanjut, Sedot APBN Rp160 Milyar

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

PAYAKUMBUH, marapipost.com-Penormalisasian Sungai Batang Agam, melintasi Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, belum akan berakhir. Pembangunan akan terus berlangsung sampai 11 Km. Kepala Dinas PUPR Muslim menjelaskan di kantornya di Kubu Gadang beberapa hari lalu.

Tahap V tahun 2025 di hulu Jembatan Sutan Syahrir, Payakumbuh Barat senilai Rp45 Miliar, dikerjkan oleh  rekanan PT.Bina Cipta Utama sudah selesai. Proyek  ini merupakan programnya mantan walikota Riza Falepi dua periode, bahwa seluruh alur sungai Batang Agam yang melintasi kota Payakumbuh akan dilakukan Normalisasi.

Proyek ini bertujuan untuk menghindari bahaya banjir tersebab tersumbatnya aliran sungai, akan tetapi juga terkait dengan memperindah wajah kota Payakumbuh dan menambah akses jalan bagi masyarakat terutama yang bermukim di aliran sungai.

Kini proyek tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat dengan terbukanya lapangan usaha dengan membuka kedai-kedai kuliner di sepanjang pantai ada yang berjualan sampai malam hari bagaikan objek wisata (destinasi) di malam hari yang letaknya tidak berapa jauh dari pusat kota Payakumbuh.

Tanah warga yang terkena pelebaran jalan pada dua sisi sungai tetap dilakukan penggantian oleh Pemko. Amat di sayangkan ada warga yang kurang berkenan merelakan tanahnya karena sudah ada bangunan dan pandam pekuburan yang sulit untuk diatasi seperti terdapat di kelurahan Ikua Koto Dibalai nagari Koto Nan Godang Payakumbuh Utara.

Kini pada beberapa titik yang telah selesai  menjadi tempat rekreasi magi masyarakat, karena pemko melengkapi dengan beberapa sarana mainan anak-anak lapangan olah raga dan tempat ibadah lainnya. Juga ditambahkan oleh Muslim,  pemerintah pusat sudah mencadangkan anggaran Rp92 Miliar, untuk normalisasi Batang Agam tahap VI tahun 2026.

Namun ia belum dapat memastikan titik lokasi yang akan dikerjakan tahun 2026 ini. Sumber dari Kementrian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Sumber Daya Air melalui SNVT PJS Inderagiri Akuman Wilayah Sungai (WS) Kampar, WS Rokan, Provinsi Sumatera Barat, untuk tahap VI sudah dalam proses tender.

Normalisasi Batang Agam Payakumbuh, sudah diawali sejak tahun 2016 di mulai dari Kelurahan Padang Tangah, Balai Nan Duo, Payakumbuh Barat, dengan anggaran Rp. 10 Miliar, anggaran itu dibelanjakan untuk membuka jalan inspeksi.

Disusul pada tahun 2017 sampai dengan 2019 senilai Rp188 Miliar, dibelanjakan untuk peningkatan jembatan Sutan Syahrir dan jembatan Hasanuddin termasuk penataan Tebing Sungai dan jalan inspeksi. Sama dengan tahun 2016. Pada tahun 2020 pemerintah kembali mengucurkan anggaran Rp10 Miliar, dana itu dibelanjakan untuk pengaspalan jalan inspeksi dan penataan area Parkir.

Masih diseputaran hulu jembatan Sutan Syahrir, kata Muslim, pada tahun 2021, pemerintah lebih memusatkan  naturalisasi tebing sungai dan pembangunan jalan inspeksi dengan dukungan dana Rp20 Miliar.

Setelah proses lelang selesai baru kita tahu rekanan  yang akan mengerjakan dan diketahuinya titik yang akan dikerjakan. Pada kesempatan yang sama Muslim juga merinci total anggaran normalisasi Batang Agam, Payakumbuh dari tahun 2016 sampai 2026 berjumlah Rp160 Miliar.[NASA]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *