Oleh Lukman
HE, HE, HE, Armada DAMKAR Agam Kehabisan BBM. Khabar ini tidak lucu, tapi menyayat hati. Masa iya, armada Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kehabisan Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam perjalanan menuju Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) Kamis (2/4/2026) di Jorong Ateh, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, Agam.
Insiden ini menghanguskan satu unit rumah berikut satu unit mobil. Selain itu, juga ada laporan korban luka akibat kejadian ini. Diharapkan dapat bantuan dari regu penolong dan DAMKAR Agam, baik yang berposko di Tanjung Raya, maupun posko Lubuk Basung.
Tapi ternyata dalam perjalanan, belum sampai ke TKP, armada kehabisan BBM, tapi belum ada penjelasan resmi Pemda Kabupaten Agam armada yang dari posko mana yang kehabisan BBM ini. Yang jelas insiden ini viral di medsos.
Menindaklanjuti insiden mamlukan ini, armada DAMKAR Agam kehabisan tenaga, karena keringnya BBM dalam tengki kendaraan, Bupati Agam Benni Warlis Jumat (3/4/2026) datangi Kantor Pol PP Damkar Agam di Kawasan Sport Centre Bukit Bunian, untuk cek langsung kondisi dan kesiapan personel dan armada damkar, di posko Damkar Lubuk Basung.
Kedatangan bupati dikhabarkan mendadak, bupati sampai dikantor Pol PP DAMKAR Agam, personil Damkar Agam tengah apel khusus. Apakah apel dipersiapkan Kepala Satpol.PP-Damkar Agam, karena bupati akan dating, belum ada penjelasan.
Tetapi, sesungguhnya, menurut saya, terlebih dahulu bupati tidak datang langsung ke Damkar, panggil dul Sekda Kabupaten Agam, apakah tersedia atau tidak BBM untuk DAMKAR Kabupaten Agam. Kalau ada tersedia, berapa jumlahnya, dan kemana perginya, makanya sampai armada Damkar kekeringan BBM.
Sekda itu adalah Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), apakah TAPD Kabupaten Agam menganggarkan BBM dan anggaran kelengkapan lainnya agar operasional DAMKAR tidak terganggu, mestinya bupati belum langsung turun gunung ke Damkar.
Nah!, bila anggaran tersedia dengan cukup, diturnkan pemeriksa untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap penggunaan angaran di DAMKAR Kabupaten Agam, jangan bupati yang dating, kan ada inspektorat, perintahkan inspektorat melakukan pemeriksaan.
Seandainya TAPD tidak menyediakan anggaran yang cukup, bearti TAPD-nya yang tidak jelimet menghitung anggaran, termasuk juga anggaran Bencana Alam di BPBD Agam. Dengan tersedianya anggaran, jelang turun bantuan dari pihak lain, untuk penanganan awal bencana Kabupaten Agam sudah dapat bergerak.
Kenapa Sekda Agam sebagai Ketua TAPD tidak bersuara?, kenapa bupati yang getol?. akan melakukan evaluasi terhadap kasus yang terjadi Kamis kemarin di Nagari Koto Gadang, itu sontak membuat gagap para personil Damkar Agam yang akan berbaris, karena tidak menyangka kedatangan bupati Agam yang mendadak tersebut.
Bupati bertugas menyusun, mengajukan, dan menetapkan Rancangan APBD (Rancangan Perda) bersama DPRD. Bupati juga menyusun Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS). Wakil Bupati bertugas membantu Bupati dalam mengkoordinasikan penyusunan anggaran dan mengevaluasi kinerja anggaran SKPD
Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten bertugas membantu Bupati dalam penyusunan anggaran dengan mengkoordinasikan perumusan kebijakan, merencanakan anggaran daerah (APBD), serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya. Sekda berperan sebagai koordinator utama pengelola keuangan daerah dan menyusun pedoman pelaksanaan APBD.
Jadi artinya, Sekda itu harus orang yang cerdas, mempunyai pemikiran jauh kedepan, mau menerima saran dan pendapat orang lain, untuk dikaji ulang bersama dengan pihak-pihak. Sekda tidak boleh kaku, tapi harus lues, tidak menurutkan kata hati, pertimbangkan pendapat dan usul pihak lain. Sekda jangan berhitung matematika saja, tapi harus mampu berhitung politisi, untuk melindungi bupati dari prasangka yang bukan-bukan.[*]











