AGAM, marapipost.com-Suasana pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 di lapangan halaman Kantor Bupati Agam, Sumatera Barat, Sabtu (21/3/2026) diikuti ribuan jamaah, memadati halaman Kantor Bupati Agam, mengumandangkan takbir, sebagai tanda kemenangan, setelah menjalani ibadah puasa bulan ramadhan selama sebulan penuh.
Bupati Agam, Benni Warlis, dalam sambutannya menjelaskan, Idul Fitri bukan sekadar perayaan yang diselenggarakan umat yang menjalankannya, tetapi ia kembali kepada fitrah setelah menjalani Madrasah (Pendidikan) Ramadhan. “Hari ini kita menuntaskan perjalanan rohani yang agung. Ada rasa haru karena berpisah dengan Ramadan, bulan penuh rahmat dan ampunan”, katanya.
Namun di sisi lain, juga merasakan kebahagiaan karena meraih kemenangan setelah sebulan menahan diri dan meningkatkan ibadah. Menurutnya, nilai-nilai kesabaran, keikhlasan dan kepedulian yang ditempa selama Ramadan harus terus dijaga dan menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu bupati mengajak masyarakat untuk menjadikan Idul Fitri 1447 H/2026 ini sebagai awal menjadikan pribadi yang lebih baik. Dikesempatan itu, bupati juga menyinggung ujian berat yang sempat melanda Kabupaten Agam dan sejumlah daerah lain akibat bencana hidrometeorologi.
Bencana tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur hingga terganggunya aktivitas masyarakat. “Ini adalah ujian dari Allah SWT, namun juga mengajarkan arti kebersamaan. Kita saling membantu, saling menguatkan dan hadir untuk saudara-saudara kita yang terdampak”, sebutnya.
Pemerintah Kabupaten Agam, bergerak cepat sejak awal bencana, mulai dari evakuasi korban, penyediaan layanan darurat, distribusi bantuan logistik, pembangunan hunian sementara hingga penyaluran dana tunggu hunian. “Upaya pemulihan dan rekonstruksi pun terus dilakukan secara bertahap”, kata Bupati Agam Benni Warlis.
Bupati mengapresiasi berbagai pihak yang telah membantu penanganan bencana, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, TNI serta Polri, hingga relawan dan masyarakat. Lebih lanjut, Benni Warlis memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Agam dalam satu tahun terakhir.
Berbagai program unggulan seperti Agam Religius/Bangkik Dari Surau, Agam Sehat, Agam Cerdas, Agam Melayani dan Agam Sejahtera terus diperkuat. Sejumlah prestasi juga berhasil diraih, di antaranya tercepat dalam penyaluran dana desa, terbaik dalam penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM) hingga penghargaan Kabupaten Layak Anak tingkat nasional.
“Capaian ini bukan tujuan akhir, melainkan hasil dari kerja keras dan kebersamaan kita semua. Sesuai pepatah adat, “mamancuang ndak sakali putuih”, apa yang kita mulai ini adalah langkah menuju tahapan yang lebih sempurna”, ungkapnya.
Dengan begitu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan semangat gotong royong demi mewujudkan Kabupaten Agam yang lebih maju, adil dan sejahtera. “Dengan kerja keras dan kebersamaan, Insya Allah kita mampu menghadapi setiap tantangan dan membawa Agam ke arah yang lebih baik”, jelas bupati.[lk]











