AgamSumatera Barat

Rehab Irigasi Banda Badarun Matua Mudiak Rusak Parah, Butuh Bantuan

×

Rehab Irigasi Banda Badarun Matua Mudiak Rusak Parah, Butuh Bantuan

Sebarkan artikel ini
Foto ini sebelum saluran irigasi dikerjakan, dalam keadaan nol, setelah dihantam bencana alam longsor.

MATUR, marapipost.com-Sungguh berat perjuangan masyarakat Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, untuk membangun kembali Saluran Irigasi Lembah Badar yang rusak parah dihantam bencana alam banjir, banjir bandang, dan tanah longsor akhir tahun 2025 lalu. Saluran dihanyutkan banjir lebih kurang sepanjang 1.800 M dari Tumayo ke Bancah.

Terhutang, karena ketiadaan dana, alat berat yang disewa warga secara swadaya berikut operatornya terpaksa terhentikan bekerja, karena ketiadaan dana, malah terhutang Rp61 juta, sementara bantuan dari pemerintah yang diharapkan hingga berita ini diturunkan masih belum ada anginnya.

Tokoh masyarakat Hendrianto Dt. Pangulu Bandaro Basa, menjelaskan, sampai sekarang Pengurus Perbaikan Saluran Irigasi Lembah Badar sudah terhutang Rp61 juta, jelas Hendrianto Dt. Pangulu Bandaro Basa, Senin (16/3/2026) di Matur.

Begitu beratnya kerusakan, Pengurus Perbaikan Saluran Irigasi Lembah Badar dengan nama Saluran Irigasi tengah menjalankan proposal minta bantuan dana kepada masyarakaik Matua Mudiak baik yang tinggal di kampung sampai ke perantauan untuak mancari dana perbaikan Saluran Irigasi Lembah Badar Badarun.

Semenjak irigasi itu rusak, Allhamdulillah ada bantuan pinjaman Excavator dari Ormas Muhammadiyah Padang melalui Tokoh Masyarakat Matua Mudiak, Angku Imam Bagindo Ali. Bantuan pinjaman alat berat itu diterima 14 Desember 2025. Tanggal 15 Desember 2025, Excavator itu langsuang bekerja diokasi saluran irigasi tersebut.

Bantuan mengalir dari Kabupaten Pasaman sebanyak Rp20 juta untuak bantuan memperbaiki saluran yang rusak tersebut. Banyak bantuan mengalir, hingga Minggu 15 Maret 2026, bantuan yang diterima Rp96.797.000. “Alhamdulilla, banyak bantuan mengalir, tapi karena beratnya pekerjaan, masih terhutang Rp61 juta.

Agar pekerjaan ini ada penanggung jawabnya, malamnya langsuang membetuk Kepengurusan Kepanitiaan, untuak menampung bantuan dana biaya operasional alat berat perbaikan. Kepengurusan, Ketua I Imam Sinaro Panjang, Wakil Sy. Khatib Bijo Dirajo, Sekretaris B.Pangulu Rajo, Bendahara H. DT. Pangulu Bandaro Basa.

Camat Matur Efendi Rusli, menjelaskan, saluran irigasi yang ada sebelumnya tidak dapat dimaanfaat sama sekali, untuk mengairi kembali sawah masyarakat, saluran irigasi harus dibangun baru, sebaiknya saluran baru itu menggunakan kontruksi tertutup, sebab, diprediksi, akan terjadi lagi longsor dari tebing perbukitan akan menimbul kembali saluran baru.[lk]

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *