Padang PariamanSumatera Barat

Bupati Gigih Berjuang, Pd. Pariaman Raih Bantuan Rp12,5 miliar dari Mentan

×

Bupati Gigih Berjuang, Pd. Pariaman Raih Bantuan Rp12,5 miliar dari Mentan

Sebarkan artikel ini
Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis berbicara dengan Menteri Pertanian.

PADANG PARIAMAN, marapipost.com-Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis, gigih berjuang, agar pemulihan sektor pertanian pascabencana cepat berjalan. Bukti kegigihan JKA, membuahkan hasil, dapat kucuran dana sebesar Rp12,5 miliar dari Kementerian Pertanian, melalui berbagai upaya lobi dan koordinasi dengan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Anggaran tersebut disalurkan melalui dana tugas pembantuan pada Satker XIII Provinsi Sumatera Barat, dalam bentuk program bantuan pemerintah. Bantuan tersebut membiayai 6 kegiatan; perbaikan infrastruktur optimalisasi lahan sawah non rawan bencana, rehabilitasi lahan terdampak bencana, DAM Parit, Irigasi Perpipaan, Irigasi Perpompaan dan perbaikan jaringan irigasi tersier.

Dikutip dari Kominfo Padang Pariaman Rabu (25/2/2026) program ini menyasar kelompok tani di 17 kecamatan, berbentuk fokus bencana dan regular, tertuang dalam Juknis yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian.

Salah satunya kegiatan OPLA bencana, saat ini telah masuk penetapan dari 18 kelompok tani dari 9 kecamatan, dengan total luasan lahan 446 hektare. Adalah kelompok tani yang memenuhi syarat juknis). Lahan tersebut adalah sawah terdampak bencana hydrometeorologi beberapa waktu lalu.

Bantuan itu fokus untuk program optimasi lahan sawah terdampak bencana (Oplah Bencana), khususnya untuk lahan yang mengalami kerusakan ringan, seperti sedimentasi akibat banjir setinggi sekitar 10 hingga 30 sentimeter dan mengalami kerusakan pada jaringan irigasi tersier.

Melalui program ini, ada 2 kegiatan utama dilakukan; pengerukan sedimentasi pada lahan sawah maupun saluran irigasi tersier, perbaikan jaringan irigasi tersier yang rusak akibat bencana. Perbaikan irigasi difokuskan pada irigasi tersier, karena jaringan tersebutlah yang jadi kewenangan Kementerian Pertanian program pemulihan lahan pertanian.

Kegiatan lainnya, adalah program rehabilitasi lahan untuk sawah yang mengalami kerusakan sedang, dengan indikasi sedimentasi lebih tebal, yakni diatas ketebalan 30 sentimeter hingga 100 sentimeter dengan luas minimal terdampak 5 ha, sesuai Juknis Kementerian Pertanian. Hal ini telah memasuki tahap penetapan kelompok tani terhadap 17 kelompok tani, dengan luasan 198 ha.

Plt. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padang Pariaman Dr. Hendri Satria, A.P, M.Si menjelaskan, angin segar atas upaya Bupati yang terus mencari peluang ditengah efisiensi ini, jadi pelecut menyambut dengan komitmen yang sama Dinas teknis pelaksana, dibalik keterbatasan yang ada.

Melalui program ini, sebelumnya lahan tidak dapat difungsikan, disebabkan dampak dari bencana, diharapkan dapat kembali produktif. Jika pada tahap awal lahan belum sepenuhnya dapat difungsikan sebagai sawah, setidaknya lahan tersebut dapat dimanfaatkan sementara untuk komoditas lain, seperti jagung, sehingga tetap mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Rencananya, kegiatan mulai dilaksanakan dilapangan awal Maret, sementara rehabilitasi lahan dijadwalkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri. Selain itu, sejumlah kegiatan pendukung juga dilaksanakan pasca-Lebaran, diantaranya pembangunan irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, jaringan irigasi tersier, dam parit, memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman berharap program ini dapat membantu meringankan beban kelompok tani memulihkan lahan pertanian mereka pascabencana, baik dari sisi perbaikan lahan maupun penyediaan air irigasi.

Upaya ini sekaligus jadi bukti komitmen Bupati John Kenedy Azis memperjuangkan kepentingan petani, dan memastikan sektor pertanian di Padang Pariaman bangkit kembali, dan tetap jadi penopang utama perekonomian.[lk/kf]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *