AgamSumatera Barat

Viral, dan Harum Semerbak “Mobil Dinas” Bupati dan Wakil Bupati Agam

×

Viral, dan Harum Semerbak “Mobil Dinas” Bupati dan Wakil Bupati Agam

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI

Oleh: Lukman

MOBIL DINAS (MOBNAS)-Tak disangka pengadaan mobil dinas Bupati dan Wakil Bupati Agam, Sumatera Barat sesemerbak ini. Orang kini bilang “Viral”. Tentu ada sebabmusababnya. Biasanya jadi viral ada yang memviralkan, karena ada yang ganjil.

Apanya yang ganjil?. Menurut sebagian orang, ganjilnya, dunia tau, Kabupaten Agam dilanda duka bencana alam, puluhan nyawa melayang, kampong-kampung luluh lantak, infrastruktus hancur, eeeeee!, tau-tau pecah khabar Bupati dan Wakil Bupati Agam beli mobil dinas.

Khabar ini diteriakan dilembaga resmi di DPRD Kabupaten Agam. Pada rapat paripurna Senin, 2 Februari 2026, anggota DPRD Kabupaten Agam mempertanyakan tentang pengadaan “MOBNAS” ini.

Seharusnya Bupati dan Wakil Bupati Agam, dalam kondisi duka ini, baru saja digulung bencana, Bupati dan Wakil Bupati Agam, tidak membeli mobil dinas, kan mobil dinas Bupati Agam diera Bupati Andri Warman, kan masih ada.

Dongkelan anggota DPRD Agam itu pemberitaannya dimuat beberapa media, baik cetak maupun online. Haaaaa!, beberapa hari berselang, muncul pernyataan melalui video oleh pihak yang merasa dirugikan. Pepatah mengataka, “Gajah Tadorong Dek Gadiangnyo, Harimau Tadorong Dek Balangnyo”.

Diberilah penjelas oleh gajah yang punya gadiang, dan harimau punya belang, latar belakang pengadaan mobil dinas itu. Menurut saya, hal itu tidak perlu ada penjelasan dimedsos, baik melalui video ataupun ucapan lantang.

Kenapa?, menurut saya ngomong melalui video, diviralkan, sama saja menyepak bola dilapangan bola kaki luas dan bebas. Bola mengelinding dilapangan luas, tentu tidak hanya pemain yang akan menyepak, tapi penonton juga akan menyepak, tergelitik oleh gerakan pemain.

Maka virallah MOBNAS Bupati dan Wakil Bupati Agam. Coba lihat difacebook-facebook, ada juga dengan suara lantang menngomentari, ada yang menagih janji ketika debat atau kampanye jelang pilkada 2024. Makinburuk lah suasana.

Siapa yang kita salahkan, nasi sudah jadi bubur, MOBNAS sudah viral. Tidak saja menasional, tapi mendunia. Dari Jepang ada yang bertanya soal mobnas ini. Tentu saja orangnya yang brtanya dari Jepang adalah juga orang kita yang tengah berada disana.

Kita punya lembaga resmi, yakni DPR, karena MOBNAS ini muncul pada rapat paripurna DPRD, selayaknya segala jawaban dan penjelasan melalui rapat paripurna, atau dalam bentuk pertemuan lainnya sehingga persoalan jernih.

Jangan dauber dalam bentuk divideo bersuara lantang, diser pua, sebab perilaku seperti itu akan menciptakan berbalas pantun. Macam-macam dentumnan bola yang disepak saat ini, ditendang dengan dentuman beraneka warna sesuai nada masing-masimng penendang, lembab, nyaring, dan sebagainya. Sangat disesali.[*]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *