Reported by H Bakhtiar Danau – wartawan senior Luhak Nan Tuo
BATUSANGKAR, Marapi Post.com–
Pelaksanaan Pacu Kuda Open Race dan Tradisional Bupati Cup 2026 Tanah Datar, Sumatera Barat, sudah berlalu satu minggu lalu disaksikan penonton berjubel sekitar puluhan ribu penonton selama dua hari, Minggu (18/10/2026) dan Senin (19/10/2026) lalu.
Nuansa itu, menggembirakan hati masyarakat Tanah Datar Luhak Nan Tuo apa lagi bagi masyarakat pedagang yang datang dari berbagai daerah sekaligus terlibat melakukan transaksi jual beli di lapak UMKM maupun warung-warung masyarakat tersebar di gelanggang pacu kuda Dang Tuanku Bukitgombak.
“Perputaran uang di gelanggang pacu kuda cukup tinggi dan menggembirakan”, tekan Bupati Eka Putra saat itu.
Namun saat awak media Marapipost.com, Minggu (24/9/2026) menyengaja menyigi eksistensi Gelanggang pacu kuda Dang Tuanku Bukitgombak usai Helat pesta rakyat itu tiba-tiba terkesima.
Gelanggang yang sebelumnya bersih dan menyenangkan, saat ini tribun mengelilingi gelanggang terlihat semerawut dan mengusik pandangan mata,di setiap tribun dengan berbagai macam sampah berserakan.
Dari pengamatan di lapangan, belum ada tanda-tanda sampah itu akan dibersihkan petugas kebersihan,dalam realitasnya sampah-sampah tersebut mulai mengganggu penciuman “Walau ada petugas membersihkan sampah tetapi yang dikerja baru sampah pinggiran jalan, jumlah nya tidak seberapa. Yang banyak di bawah tribun”, tutur seorang warga Wulan di lokasi.
Kita mengharap sangat,sebut Ali yang juga warga Bukitgombak, masalah pembersihan sampah pasca Pacu kuda harus di tangani pihak pemerintah daerah.Kalau diserahkan kepada masyarakat ,persoalan sampah tidak akan selesai- selesainya.
Kita ingin, kondisi gelanggang pacu kuda, ucap Burhan harus dituntaskan kebersihannya, karena gelanggang dimanfaatkan masyarakat pagi dan sore untuk kegiatan berbagai macam olah raga.Tentu Gelanggang harus steril,indah, bebas sampah dan tidak ‘ Menusuk hidung’.
Dengan ada kritikan dan sumbang saran masyarakat tentang kondisi gelanggang usai iven pacu kuda yang ‘Berselemak peak’. Tentu pemerintah daerah atau Bupati Tanah Datar menyikapi segera dengan menginstruksikan Dinas lingkungan hidup (LH) atau petugas Kebersihan bekerja sama melakukan pembersihan secara tuntas gelanggang pacu kuda Dang Tuaku Bukitgombak.
Opsi lain mungkin bisa diimplementasikan ASN, atau para pelajar Batusangkar dan sekitarnya melakukan Gotong royong( Goro ) bersama membersihkan sampah yang berserakan di gelanggang pacu kuda Dang Tuanku Bukitgombak yang kita banggakan… !.[emer]











