AgamSumatera Barat

Paska Bencana Hidrometereologi 2025, Koto Malintang Benahi Dua Titik Irigasi

×

Paska Bencana Hidrometereologi 2025, Koto Malintang Benahi Dua Titik Irigasi

Sebarkan artikel ini

 TANJUNG RAYA, Marapi Post.com-Paska Bencana Alam Hidrometereologi akhir tahun 2025, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memperoleh kegiatan pembangunan dam parit irigasi, kegiatan tahun anggaran 2026.

Wali Nagari Koto Malintang, Hendra Yanto menjelaskan Minggu (18/10/2026), menjelaskan, Nagari Koto Malintang termasuk salah satu nagari yang terdampak bencana alam Hidrometereologi pada akhir tahun 2025.

Untuk mempercepat bangkit perekonomian masyarakat petani, Pemerintah Daerah Kabupaten Agam, melalui Dinas Pertanian, membenahi kembali infrastruktur pertanian yang rusak, yakni Saluran Irigasi Sekunder.

Didampingi Ketua Kelompok Tani Hutan Gila Aren Ispardi, diterangkan Wali Nagari Koto Malintang Hendra Yanto, ada dua titik saluran irigasi dam parit yang dibenahi di Nagari Koto Malintang, dengan anggaran pembiayaan Rp160 juta, bersumber dari dana TKD.

Dua titik itu, di Puah dan Taruko, mengairi masing-masing seluas 20 hektar sawah. 150 m irigasi oplah dari pertanian danah tkd, puah dan Taruko juga 150 meter dana Rp160 juta. Untuk 20 ha masing.

Dam parit pertanian adalah bangunan konservasi air berupa bendungan kecil yang dibangun pada parit-parit alamiah atau sungai-sungai kecil untuk menahan air, meninggikan muka air, dan memanen aliran permukaan (air hujan) guna disalurkan sebagai sumber irigasi lahan pertanian.

Fungsi dan Manfaat Utama, sebagai penyedia air irigasi. Mengalirkan air ke lahan pertanian saat musim kemarau atau saat kekurangan air, sehingga memungkinkan peningkatan frekuensi masa tanam (misalnya dari 2 kali menjadi 3 kali setahun).

Pemanenan Air (Water Harvesting). Menampung air hujan dan limpasan permukaan dari daerah tangkapan air. Konservasi Tanah dan Air. Mengurangi kecepatan aliran permukaan, memperbesar resapan air ke dalam tanah, serta menambah cadangan air tanah.

Pengendalian Bencana. Menekan debit puncak aliran air di musim hujan sehingga membantu mencegah erosi dan banjir. Efisiensi Lahan. Dibangun memanfaatkan lebar badan saluran atau sungai yang sudah ada tanpa mengurangi luas lahan produktif milik petani.

 Komponen Utama Dam Parit. Bendung/Pelimpas. Struktur utama untuk membendung dan meninggikan muka air serta mengalirkan kelebihan air. Pintu Pengendali Air. Mengatur volume air yang disalurkan ke jaringan irigasi menuju lahan usaha tani. Pintu Penguras. Berfungsi untuk menguras kotoran dan endapan lumpur (sedimentasi) saat perawatan.

Bak Kontrol. Mengendapkan material atau kotoran yang terbawa aliran air sebelum masuk ke area penampungan. Talud/Jagaan. Pelindung bagian pinggir dam agar struktur bendung tidak tergerus arus air.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *