AgamSumatera Barat

Revitalisasi SMAN 1 Ampek Nagari, Rehab 9 Ruang Kelas dan TU, Bangun Ruang BK

×

Revitalisasi SMAN 1 Ampek Nagari, Rehab 9 Ruang Kelas dan TU, Bangun Ruang BK

Sebarkan artikel ini

AGAM, Marapi Post.com-Hebat!. Perjuangan Kepala SMA Negeri 1 Ampek Nagari, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Drs. Wannasri, dalam mengupayakan pemulihan sarana pendidikan pascabencana akhir tahun 2025, membuahkan hasil. Sekolah tersebut memperoleh alokasi dana APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp1.512.308.000 untuk membiayai program revitalisasi.

Kepala SMA Negeri 1 Ampek Nagari, Drs. Wannasri, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9/2026), menjelaskan sejumlah pekerjaan revitalisasi yang tengah dilaksanakan di sekolah tersebut.

Menurut Wannasri, pekerjaan dilaksanakan berdasarkan kontrak dengan masa pengerjaan selama 120 hari kalender, terhitung sejak dimulainya pekerjaan pada 25 Juni 2026.

Ia berharap seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu, sehingga kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat kembali berlangsung lebih nyaman dan efektif.

“Harapan kita, pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga peserta didik tidak terlalu lama mengikuti proses belajar mengajar dengan sistem dua sif,” ungkap Wannasri.

Rehabilitasi Ruang Kelas hingga Pembangunan Ruang BK

Melalui bantuan APBN 2026 tersebut, revitalisasi SMA Negeri 1 Ampek Nagari mencakup tiga pekerjaan utama, yakni rehabilitasi sembilan ruang kelas, rehabilitasi ruang administrasi atau Tata Usaha (TU), serta pembangunan ruang Bimbingan dan Konseling (BK).

Revitalisasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung pemulihan sarana pendidikan pascabencana sekaligus meningkatkan kenyamanan lingkungan belajar bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Ketersediaan ruang kelas yang memadai tidak hanya menunjang kelancaran proses pembelajaran, tetapi juga menjadi salah satu unsur penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang aman, tertib, dan kondusif.

Sementara itu, pembangunan ruang BK diharapkan dapat memperkuat pelayanan pendampingan siswa, baik dalam menghadapi persoalan belajar, perkembangan pribadi, kehidupan sosial, maupun perencanaan masa depan.

Ruang BK Bukan Tempat Hukuman

Wannasri menegaskan, keberadaan ruang Bimbingan dan Konseling bukanlah untuk menghukum siswa, melainkan menjadi tempat pendampingan, pembinaan, dan pengembangan potensi peserta didik.

Menurutnya, masih terdapat persepsi di tengah masyarakat yang menganggap ruang BK hanya diperuntukkan bagi siswa yang melanggar tata tertib atau memiliki persoalan di sekolah.

Persepsi tersebut, katanya, perlu diluruskan agar siswa tidak merasa takut atau enggan memanfaatkan layanan bimbingan dan konseling.

“Ruang BK bukan tempat hukuman, tetapi tempat untuk mendorong siswa menuju prestasi. Anggapan bahwa ruang BK hanya untuk siswa yang melanggar aturan atau bermasalah juga tidak benar,” tegas Wannasri.

Ia menjelaskan, ruang BK memiliki fungsi lebih luas, antara lain sebagai tempat konseling individu maupun kelompok, membantu siswa mengenali minat dan bakat, memberikan pendampingan dalam menghadapi persoalan pribadi maupun akademik, serta merencanakan pendidikan lanjutan dan karier.

Melalui layanan tersebut, siswa diharapkan memperoleh ruang yang aman dan nyaman untuk menyampaikan persoalan serta mengembangkan kemampuan dirinya secara positif.

Wannasri juga menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan dan kenyamanan siswa selama mengikuti layanan konseling. “Yang jelas, kerahasiaan dan kenyamanan siswa di dalam ruangan ini dijaga oleh guru BK,” jelasnya.

Sarana Pendidikan untuk Mendukung Prestasi

Revitalisasi SMA Negeri 1 Ampek Nagari diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan secara menyeluruh.

Pemulihan sembilan ruang kelas, ruang administrasi, serta pembangunan ruang BK menjadi bagian dari upaya pemerintah menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak dan mendukung perkembangan peserta didik.

Dengan dukungan anggaran APBN 2026 tersebut, pihak sekolah berharap proses revitalisasi dapat diselesaikan sesuai jadwal, sehingga kegiatan belajar mengajar kembali berjalan lebih optimal.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *