PADANG PARIAMAN, marapipost.com-Sebanyak 121.694 unit rumah rusak ringan dan rusak sedang di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh, terdampak bencana hidrometeorologi Siklon Senyar akhir November, Desember 2025, menerima bantuan perbaikan dari Pemerintah Pusat.
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencairkan dana pemulihan pascabencana sebesar Rp4,7 triliun, diperuntukan bagi warga terdampak banjir 3 provinsi itu, Februari 2026. Bantuan disalurkan secara luring dan daring, dipusatkan secara virtual dari masing-masing provinsi terdampak.
Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengikuti kegiatan tersebut melalui Zoom Meeting di Hall IKK Parit Malintang, Rabu (11/2/2026).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dalam sambutannya menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana, baik dari aspek hunian, pemulihan ekonomi, fasilitas umum maupun infrastruktur.
“Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan dan mengaktifkan kembali perekonomian masyarakat, termasuk pasar tradisional, lahan pertanian, sekolah, rumah sakit serta infrastruktur lainnya”, ujarnya.
Secara nasional, total anggaran bantuan perbaikan rumah yang dialokasikan mencapai kurang lebih Rp200 miliar untuk kategori rusak sedang dan rusak ringan di tiga provinsi. Rinciannya, Provinsi Aceh menerima sekitar Rp120 miliar, Sumatera Utara sekitar Rp50 miliar, dan Sumatera Barat sekitar Rp30 miliar.
Skema bantuan yang disalurkan melalui BNPB; Rusak Berat Rp60 juta per unit (termasuk fasilitas hunian sementara/hunian tetap bagi warga yang kehilangan tempat tinggal), Rusak Sedang Rp30 juta per unit, Rusak Ringan Rp15 juta per unit.
Di Kabupaten Padang Pariaman, sebanyak 310 unit rumah menerima bantuan perbaikan sesuai kategori kerusakan. Pemerintah pusat juga mengalokasikan anggaran khusus infrastruktur sebesar Rp65 miliar, untuk perbaikan 11 titik vital, jembatan, jalan, dan jaringan irigasi terdampak bencana.
Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat, menjelaskan, percepatan proses pendataan, penginputan, dan validasi data adalah hasil sinergi pemerintah daerah bersama instansi terkait. “Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan penyerahan bantuan rumah rusak sedang dan ringan di Kabupaten Padang Pariaman”, tutur wabup.
“Kami berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperbaiki rumah yang rusak, sehingga dapat kembali ditempati dengan aman dan nyaman”, kata wabup menegaskan. Penyaluran bantuan diserahkan melalui transfer perbankan, dengan tujuan untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas, sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat terdampak.
Wakil Bupati didampingi perwakilan BNPB Pusat, Ibu Adi Elfiana dan Staf Ahli BNPB Pusat Febbi, menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat dari Kecamatan Batang Anai, Nan Sabaris, dan 2×11 Kayu Tanam.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda Padang Pariaman, Kepala OPD, Kepala Cabang BRI Padang Pariaman, para camat, wali nagari, mendampingi proses penyerahan bantuan tersebut.[lk/kf]









