KABUPATEN AGAM, marapipost.com-Dikhabarkan, ada informasi seorang perempuan korban galodo Agam dibawa relawan, terlantar di Jayapura, minta dipulangkan ke Sumbar. Informasi ini beredar di facebook. Siapa nama, alamat, dan identitas lain belum didapat.
Bupati Agam Benni Warlis, yang dihubungi Minggu (8/2/2026), menjawab, telah menerima informasi, sesuai dengan kewenangan, Bupati Agam Benni Warlis telah mendelegasikan kepada Dinas Sosial Kabupaten Agam untuk menelusuri kebenaran informasi ini.
“Untuk kepastiannya, kita tunggu hasil tindaklanjut upaya Dinas Sosial Kabupaten Agam untuk kebenaran informasi ini”, tutur Bupati Agam Benni Warlis, menjelaskan. Mudah-mudahan informasi ini dapat segera kepastian kebenarannya, tkuk Bupati Agam, Benni Warlis.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, ketika dihubungi membenarkan, telah dapat perintah dari Bupati Agam Benni Warlis untuk menelusuri kebenaran informasi. Kini tengah menelusuri atas kebenaran informasi, dari informasi, seorang ibu korban galodo Agam terlantar di Jayapura.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Hasneril, yang dihubungi, menjelaskan, sesuai dengan tugas yang diberikan kepadanya, saat ini tengah menelusuri keberadaan korban, telah komunikasi dengan Dinas Sosial setempat, lembaga tersebut tengah mencarai keberadaan korban, jelas Hasneril.
Ibu itu bernama Dewi Sumarni, usia 52 tahun, berasal dari Jorong Ujuang Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ibu ini korban galodo akhir tahun 2025.
Rumahnya hancur tidak bisa ditempati lagi, seluruh keluarganya, katanya meninggal dunia dalam bencana itu. Dewi Sumarni berangkat ke Jayapura bersama relawan berinisial R asal Balingka, Kabupaten Agam yang datang menyalurkan bantuan sembako ke masjid di Sungai Batang.
Dewi Sumarni sampai di Jayapura tanggal 2 Februari 2026 dini hari. Sampai di Jayapura, ia bersama relawan singgah di sebuah masjid untuk istirahat, tapi ternya ia ditinggal, parahnya semua identitasnya dibawa relawan tersebut.[lk]











