PADANG PARIAMAN, marapipost.com-Masyarakat tani Kelompok Tani Pematang Jaya (KTPJ), Nagari III Koto Aur Malintang (Batu Basa), Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariman mengalami kerugian besar.
Kerugian besar yang dialami masyarakat, karena bendungan dan saluran irigasi mengairi sawah mereka seluas lebih kurang 100 hekatar diareal sawah Kelompok Tani Pematang Jaya, Nagari III Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat rusak parah, hampir 100 hektare sawah rusak akibat disebabkan dihantam banjir bandang pada akhir April 2023.
Ketua Kelompok Tani Pematang Jaya, Syafrudin menjelaskan, yang mengairi areal sawah Kelompok Tani ada 3 ( tiga) banda /saluran irigasi rusak akibat banjir bandang pada September tahun 2022, menimbulkan banjir disebabkan hujan turun berkepanjangan pada hari Jumat dan hari Sabtu 28, 29 April 2023.
Tiga irigasi itu jelas Syafruddin Sabtu (30/8/2025) adalah D.I Durian Randah dengan saluran irigasi Banda Ujung Pematang di Korong Kampuang Pinang, jelas Syafruddin yang juga didampingi sekretaris kelompok Niki Yudistira, yang juga Ketua Pemuda Ikatan Pemuda Tunas Harapan (IPTH) Rrmndianto.
Pengakuan Syafruddin, pemilik dan penggarap sawah telah berupaya menanggulangi kerusakan irigasi itu dengan cara gotong royongan, membenahi kembali bagian yang rusak dengan memanfaatkan bahan sederhana dilingkungan bendungan dan saluran tersebut, namun tapi kembali rusak dihantam banjir.
Irigasi yang rusak, pertama irigasi D.I Bandar Tembok di Sungai Ipuah. Bendungan, sayap dan pintu masuk air. Sebelumnya Wakil Bupati Padang Pariaman, ketika wakil bupatinya Drs.Rahmang MM, dinas PU dan dinas pertanian, didampingi Camat IV Koto Aurmalintang, ketika itu camatnya Ir.Masarudin.
Bersama rombongan, juga turun kasi trantib Kecamatan Syafriadi, koordinator PPL Kaswarman,SP juga juru ukur kecamatan Feri di dampingi ketua dan pengurus KTPJ telah meninjau kelapangan untuk melihat terhadap kerusakan bendungan dan saluran D.I Bandar Tembok tersebut yang rusak dihantam banjir hari Senin 8 Mei 2023.
Sesuai hasil musyawarah, anggota P3A dan KTPJ telah memperbaiki Bandar Tembok dengan swadaya masyarakat gotong royong. “Alhamdulillah buat sementara, hasilnya air sudah dapat dialirkan ke D.I Banda Tembok, tapi air yang masuk masih kecil, belum memadai untuk mengairi sawah masyarakat yang begitu luas.
Hingga sekarang belum ada bantuan perbaikan dari Pemerintah Padang Pariaman, tutur Irmandianto. “Kami telah beberapa kali menyampaikan permasalahan tersebut kepada Wali Nagari, kepada camat, dan juga kepada Dinas Pertanian, Dinas PU Padang Pariaman, tapi masih belum ada tanggapan”, tutur Syafruddin.
Surat permohonan dari kelompok Tani Pematang Jaya (KTPJ) sudah lama diajukan, namun hingga saat ini belum ada realisasinya dari Pemerintah Padang Pariaman untuk memperbaiki kembali terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, areal sawah tersebut tidak digarap, jadi lahan tidur, anak kemenakan kami yang selama ini kehidupannya bergantung dari hasil garap sawah tersebut, tidak dapat melanjutkan sekolah, dan sebagian ada yang merantau mencari pekerjaan. Karena itu masyarakat sangat berharap Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperbaiki irigasi yang rusak tersebut, harap Syafruddin.[lk]