PasamanSumatera Barat

MTQ III Nagari Cubadak Barat Pasaman Semarak, 86 Qori-Qoriah Adu Kemampuan

×

MTQ III Nagari Cubadak Barat Pasaman Semarak, 86 Qori-Qoriah Adu Kemampuan

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, Marapi Post.com-Pemerintah Nagari Cubadak Barat, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) III Tahun 2026, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini diikuti 86 qori dan qoriah sebagai upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus membina generasi Qur’ani.

Pembukaan MTQ berlangsung di halaman Kantor Wali Nagari Cubadak Barat, Kampung Kotobaru. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, Kantor Urusan Agama (KUA), tenaga kesehatan, Bamus, tokoh agama, tokoh adat, unsur pendidikan, bundo kanduang, serta undangan lainnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Sekretaris Camat Dua Koto Ilham Syah, S.Pd., MM., mewakili Camat Dua Koto, Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, S.H., M.H., Kepala KUA Kecamatan Dua Koto Fazri Watan, S.Ag., Kepala Puskesmas Cubadak Gusti Amrita, serta Ketua dan anggota Bamus Nagari Cubadak Barat.

Turut hadir Kepala SMPN 3 Dua Koto Nopiarni, S.Pd., dan Kepala SMPN 4 Dua Koto Irmailis, S.Pd., bersama tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

MTQ yang berlangsung selama satu hari itu mempertandingkan sejumlah cabang, meliputi tilawah anak-anak, remaja dan dewasa, tartil tingkat dasar, menengah dan umum, serta tahfiz 1 juz dan 5 juz, baik tilawah maupun nontilawah. Selain itu, terdapat cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ).

Wali Nagari Cubadak Barat, Kesrianovi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ III tersebut.

Menurutnya, MTQ bukan sekadar perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, terutama di kalangan generasi muda.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir memberikan dukungan dan motivasi kepada para peserta.

Kesrianovi berharap kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga pembinaan generasi muda tidak hanya berorientasi pada kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga pada pengamalan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Perkuat Kecintaan terhadap Al-Qur’an

Kepala KUA Kecamatan Dua Koto, Fazri Watan, S.Ag., menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam yang harus dipahami, dihayati, dan diamalkan.

Menurutnya, MTQ memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi. Kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menemukan bibit-bibit qori dan qoriah yang berpotensi mewakili Nagari Cubadak Barat pada seleksi MTQ tingkat Kecamatan Dua Koto.

“Dengan adanya MTQ ini, kita dapat bersilaturahmi dan memperkuat hubungan ukhuwah Islamiyah,” ujarnya.

Fazri juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Hasil perlombaan hendaknya dijadikan motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan.

Kepada dewan hakim, ia mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme, objektivitas, dan integritas dalam melakukan penilaian. Seluruh peserta harus memperoleh perlakuan yang adil berdasarkan kemampuan masing-masing, tanpa dipengaruhi hubungan keluarga, kekerabatan, maupun kepentingan lainnya.

Kecamatan Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Mewakili Camat Dua Koto, Sekcam Ilham Syah, S.Pd., MM., menjelaskan bahwa MTQ III memiliki arti penting dalam perjalanan Nagari Cubadak Barat yang berstatus nagari definitif sejak 2022.

MTQ pertama dilaksanakan pada 2023 dan MTQ kedua pada 2024. Setelah tidak dilaksanakan pada 2025, kegiatan tersebut kembali digelar pada 2026 untuk melanjutkan pembinaan keagamaan di tingkat nagari.

Ilham menyebutkan, pelaksanaan MTQ di tingkat nagari menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan peserta menghadapi seleksi di tingkat kecamatan.

Khusus untuk cabang tertentu, seperti MSQ, penentuan peserta yang akan mewakili kecamatan dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan dan komposisi anggota terbaik. Dengan demikian, peserta yang meraih juara di tingkat nagari tidak serta-merta otomatis seluruhnya menjadi utusan ke tingkat kecamatan.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mempersiapkan peserta secara lebih terarah agar mampu bersaing pada MTQ tingkat yang lebih tinggi.

Polsek Dua Koto Dukung Keamanan

Kapolsek Dua Koto Ipda Rido M. Simamora, S.H., M.H., menyatakan bahwa jajaran Polsek Dua Koto siap mendukung pelaksanaan MTQ, terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kami dari Polsek Dua Koto siap mendukung,” tegasnya.

Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian siap memberikan pelayanan apabila panitia maupun masyarakat membutuhkan bantuan terkait keamanan.

Rido juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor 110 untuk menyampaikan laporan atau meminta bantuan, termasuk ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban maupun keadaan darurat.

Ia turut mengimbau dewan hakim agar melaksanakan penilaian secara objektif, transparan, dan akuntabel sehingga pelaksanaan MTQ berjalan dengan menjunjung tinggi keadilan dan sportivitas.

Sinergi untuk Membangun Generasi Qur’ani

Pelaksanaan MTQ III Nagari Cubadak Barat memperlihatkan pentingnya kerja sama antara pemerintah nagari, pemerintah kecamatan, KUA, kepolisian, tenaga kesehatan, Bamus, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat.

Dukungan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan kehidupan beragama sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki pemahaman agama yang baik.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Acara dipandu Sekretaris Nagari Cubadak Barat, Diharman, S.E., bersama Rita, Bundo Kandung Bamus Nagari Cubadak Barat, sebagai protokol.

Melalui MTQ III ini, Pemerintah Nagari Cubadak Barat diharapkan dapat terus menjaga kesinambungan pembinaan keagamaan. Dengan demikian, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan membangun karakter masyarakat untuk masa depan nagari yang lebih baik.[lk/k]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *