AGAM, Marapi Post.com-Malam Resepsi Kenegaraan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Balairung Rumah Dinas Bupati Agam, Sumatera Barat, di Padang Baru, Lubuk Basung, menjadi malam yang istimewa bagi Cello, murid SD Negeri 15 Parit Panjang, Kecamatan Lubuk Basung.
Dengan balutan busana bernuansa merah putih, Cello kembali dipercaya tampil mengisi acara kenegaraan. Ini menjadi kali ketiga bakat muda asal Agam, Sumatera Barat, tersebut mendapat kesempatan tampil dalam suasana penuh kehormatan dan kebanggaan.
Pada penampilan penutup, Cello membawakan lagu legendaris “Rayuan Pulau Kelapa”. Alunan suaranya yang merdu dan penghayatan yang kuat membuat suasana di Balairung semakin khidmat. Para tamu undangan pun memberikan sambutan hangat atas penampilan putra-putri terbaik daerah tersebut. Tepuk tangan riuh ketika Cello melantunkan suara emasnya.
Di antara para undangan hadir Bupati Agam Benni Warlis, Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal, Ketua DPRD Agam Ilham, serta jajaran pejabat dan tamu undangan lainnya.
Kepercayaan untuk tampil pada malam resepsi tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap potensi dan bakat generasi muda Agam. Kesempatan itu juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Cello dan SD Negeri 15 Parit Panjang yang selama ini menjadi tempatnya menimba ilmu dan mengembangkan kemampuan.
Menurut Kepala SD Negeri 15 Parit Panjang, Yasna Roza, S.Pd, kesempatan tampil tersebut menjadi pengalaman berharga yang tidak mudah dilupakan oleh Cello.
“Cello memang memiliki bakat dan kecintaan terhadap dunia tarik suara. Kami tentu sangat bangga ketika ia kembali diberi kesempatan tampil dalam acara yang begitu istimewa,” ujar Yasna Roza, Rabu (19/8/2026), di ruang kerjanya.
Apresiasi juga patut diberikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, S.T., M.T., yang memberikan ruang kepada Cello untuk menunjukkan kemampuannya pada malam resepsi kenegaraan tersebut.
Meski kesempatan tampil itu datang dalam waktu yang relatif singkat, Cello menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Bagi seorang anak yang sedang tumbuh dan belajar, kepercayaan seperti ini bukan sekadar kesempatan bernyanyi di hadapan pejabat dan tamu undangan, tetapi juga menjadi dorongan besar untuk terus belajar, berani tampil, dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Sebelumnya, pada Juni 2026, Cello juga dipercaya mewakili Kabupaten Agam pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Sumatera Barat melalui mekanisme penilaian berbasis rekaman video. Meski belum berhasil melangkah ke tingkat nasional, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan belajarnya.
Pihak sekolah berharap setiap kompetisi tidak hanya menghasilkan pemenang, tetapi juga mampu menjadi ruang pembelajaran bagi seluruh peserta. Masukan atau refleksi dari proses penilaian dinilai dapat membantu siswa dan guru memahami hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.
“Kami tentu berharap ada evaluasi atau masukan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi anak-anak. Dengan begitu, mereka dapat mengetahui bagian mana yang harus diperbaiki untuk menghadapi kesempatan berikutnya,” kata Yasna Roza.
Menurutnya, Cello masih memiliki perjalanan panjang. Saat ini ia masih duduk di kelas IV SD Negeri 15 Parit Panjang. Artinya, kesempatan untuk terus belajar, berlatih dan mengembangkan bakat masih terbuka sangat luas.
Sekolah pun berharap Cello kembali mendapat kesempatan mengikuti berbagai ajang kompetisi pada tahun mendatang dengan persiapan yang semakin matang.
Kisah Cello menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang patut diberi ruang untuk tumbuh. Dukungan orang tua, guru, sekolah dan pemerintah menjadi kekuatan penting agar bakat-bakat muda tidak berhenti hanya sebagai potensi, tetapi berkembang menjadi prestasi.
Dari ruang kelas hingga panggung resepsi kenegaraan, Cello telah menunjukkan bahwa keberanian untuk belajar dan terus berlatih dapat membuka jalan menuju pengalaman yang membanggakan.
Semoga langkah kecil Cello menjadi inspirasi bagi murid-murid lain di Kabupaten Agam untuk semakin gemar belajar, tekun mengasah kemampuan dan tidak takut mengejar cita-cita.
Sebab, pendidikan bukan hanya tentang memperoleh nilai di ruang kelas, tetapi juga tentang menemukan potensi, membangun kepercayaan diri dan menyiapkan generasi muda untuk masa depan yang lebih gemilang.[lk]











