PAYAKUMBUH, marapipost.com-Sebuah gagasan untuk menertibkan lalu lintas di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, Kapolres Payakumbuh yang baru bertugas di kota ini beberapa Minggu, ingin membudayakan tertib berlalu lintas.Gagasan ini diperkuat dengan pemanfaatan teknologi.
Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ini, disampaikan kepada Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat menerima kunjungan silaturahmi Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta di ruang kerja Wali Kota, Senin, (3/8/2026).
Pertemuan antara pemerintah daerah dan jajaran kepolisian itu tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Kedua pihak membahas penguatan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, meningkatkan kesadaran berlalu lintas, hingga memperkuat kualitas pelayanan publik.
Zulmaeta menyambut baik kunjungan Kapolres Payakumbuh yang baru tersebut. Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kota Payakumbuh dan Polres Payakumbuh semakin solid dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.
“Terima kasih atas kunjungannya. Semoga kita dapat terus meningkatkan koordinasi dan memperkuat sinergi antarinstansi. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Payakumbuh menjadi kota yang semakin aman, nyaman, dan maju,” ujar Zulmaeta.
Salah satu agenda yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah rencana penerapan ETLE. Sistem penegakan hukum berbasis teknologi ini dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas.
Zulmaeta menegaskan, Pemerintah Kota Payakumbuh siap memberikan dukungan agar rencana tersebut dapat diwujudkan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam penegakan aturan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penindakan pelanggaran, tetapi juga upaya membangun kesadaran dan budaya tertib di jalan raya.
“Kami mendukung pemanfaatan teknologi seperti ETLE yang diwacanakan Polres Payakumbuh. Pemerintah Kota akan berupaya membantu agar program tersebut dapat diwujudkan karena akan memberikan manfaat bagi kelancaran arus lalu lintas, keamanan, dan ketertiban masyarakat,” katanya.
Bagi Zulmaeta, penguatan keamanan dan ketertiban tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, TNI, serta seluruh unsur terkait dinilai menjadi kunci untuk menciptakan kondisi kota yang aman dan kondusif.
Terlebih, Payakumbuh memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah perlintasan dan pintu gerbang menuju Sumatera Barat. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan dan ketertiban membutuhkan perhatian dan penanganan secara bersama-sama.
“Kita akan terus meningkatkan kolaborasi dengan Polri, TNI, dan seluruh unsur terkait. Meskipun Payakumbuh merupakan kota yang tidak terlalu besar, posisinya sangat strategis sebagai salah satu pintu gerbang menuju Sumatera Barat. Karena itu, menjaga keamanan dan ketertiban menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Zulmaeta juga memastikan Pemerintah Kota Payakumbuh terbuka terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Polres Payakumbuh, sepanjang bertujuan meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Payakumbuh AKBP Irwan Andeta mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi sekaligus menyamakan persepsi dengan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas kepolisian dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia berharap sinergi antara Polres Payakumbuh dan Pemerintah Kota Payakumbuh semakin kuat sehingga berbagai program yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat dapat dilaksanakan secara optimal.
Dalam pertemuan tersebut, Zulmaeta didampingi Tenaga Ahli Wali Kota Erizon, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Pelaksana BPBD, serta Kepala Bagian Hukum Setdako Payakumbuh. Pertemuan turut dihadiri jajaran Polres Payakumbuh.[Nasa]











