LUBUK BASUNG, marapipost.com-Di balik geliat pembangunan daerah, masih ada keluarga yang setiap hari berjuang dalam sunyi. Ada orang tua yang tak pernah lelah mendampingi anaknya yang mengalami gangguan jiwa, ada lansia yang menjalani hari-hari seorang diri, dan ada penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian lebih.
Bagi Bupati Agam Benni Warlis, mereka bukan sekadar data dalam laporan pemerintah, melainkan warga yang berhak merasakan kehadiran negara.
Komitmen itulah yang terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial. Atas arahan langsung Bupati, jajaran Dinas Sosial secara rutin turun ke lapangan menyambangi rumah-rumah warga yang membutuhkan pendampingan, mulai dari Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), lansia terlantar, hingga penyandang disabilitas.
Pada Selasa (14/7/2026), langkah kemanusiaan tersebut kembali dilakukan dengan mengunjungi kediaman Aditya, seorang warga yang mengalami gangguan jiwa. Kunjungan itu bukan sekadar menyerahkan bantuan, tetapi memastikan proses penanganan yang dibutuhkan Aditya terus berjalan hingga memperoleh layanan rehabilitasi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., mengatakan seluruh langkah yang dilakukan merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Agam agar pelayanan sosial tidak berhenti pada penyaluran bantuan semata, tetapi diwujudkan melalui kehadiran langsung pemerintah di tengah masyarakat.
“Bapak Bupati berpesan agar kami hadir langsung, tidak hanya membawa bantuan, tetapi memastikan masyarakat yang sedang menghadapi persoalan hidup benar-benar merasa didampingi. Untuk kasus ODGJ seperti Aditya, kami diminta segera mengusulkan dan mengawal prosesnya sampai mendapatkan layanan rehabilitasi,” ujar Villa Erdi.
Sebagai tindak lanjut, Kepala Bidang bersama tim Dinas Sosial mendatangi kediaman Aditya untuk melihat langsung kondisinya sekaligus memberikan pendampingan kepada keluarga.
Menurut Villa Erdi, Aditya telah diusulkan mengikuti rehabilitasi di yayasan pelita jiwa insani (IPWL) Saat ini pemerintah daerah masih menunggu jadwal pemanggilan dari lembaga rehabilitasi tersebut karena proses pelayanan dilakukan secara bertahap sesuai daftar antrean.
Selain memastikan proses rehabilitasi berjalan, tim Dinas Sosial juga menyerahkan bantuan kebutuhan pangan kepada keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan sehari-hari mereka.
Bagi Farida, ibu Aditya, kunjungan itu menghadirkan secercah harapan setelah bertahun-tahun mendampingi putranya menghadapi kondisi yang tidak mudah.
Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Agam yang telah datang langsung ke rumahnya.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Bupati Agam dan Dinas Sosial yang sudah berkunjung. Terima kasih juga atas bantuan makanan yang diberikan. Kami hanya berharap anak kami bisa sehat kembali dan menjalani kehidupan seperti dulu,” ucap Farida dengan haru.
Sementara itu, Bupati Agam Benni Warlis menegaskan bahwa kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi paling rentan.
“Di balik setiap rumah yang kami datangi, selalu ada cerita perjuangan yang tidak semua orang melihatnya. Ada orang tua yang bertahun-tahun mendampingi anaknya tanpa pernah menyerah, ada keluarga yang memendam lelah dalam diam. Pemerintah harus hadir bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa keyakinan bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.”
Menurut Benni Warlis, pelayanan sosial bukan sekadar menjalankan program administratif, melainkan menjaga martabat kemanusiaan setiap warga.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Kabid Rehsos) Dinas Sosial Kabupaten Agam, Hasneril, menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada Aditya saat mengunjungi kediamannya, Selasa (14/7/2026).
Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Agam Benni Warlis dalam memastikan pelayanan sosial menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Ketika seorang ibu masih berharap anaknya bisa sembuh, maka di situlah harapan pemerintah juga harus hidup. Selama masih ada kesempatan untuk membantu, kami tidak akan berhenti berusaha. Sebab bagi kami, setiap warga Agam adalah bagian dari keluarga besar yang wajib dijaga martabat dan masa depannya. Tidak boleh ada seorang pun yang merasa ditinggalkan hanya karena hidup dalam keterbatasan,” tegasnya.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Agam untuk memastikan pelayanan sosial menjangkau seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perlindungan dan pendampingan. Penanganan ODGJ, lansia terlantar, dan penyandang disabilitas pun terus menjadi prioritas melalui pendekatan yang lebih humanis, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemulihan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Agam, membangun daerah bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan. Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan tidak hanya terlihat dari apa yang berdiri megah, melainkan dari seberapa besar pemerintah mampu merangkul mereka yang selama ini hidup di balik kesunyian.[lk]











