AgamSumatera Barat

Masyarakat Berharap, Jembatan Sungai Tobo Balai Belo Segera Dibangun

×

Masyarakat Berharap, Jembatan Sungai Tobo Balai Belo Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini
Kondisi Jembatan Balai menghubungkan Nagari Koto Kaciak dengan Nagari Paninjauan.

AGAM, marapipost.com-Jembatan Sungai Tobo Balai Belo, menghubungkan Nagari Koto Kaciak dengan Paninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami kerusakan pada bencana alam akhir tahun 2025, butuh segera perbaikan, karena jembatan selebar lebih kurang 4 meter itu, mengeram, hamper menyentuh permukaan air sungai.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Kabupaten Agam, Ofrison ST, mengakui kepada Marapi Post (marapipost.com) Kamis (25/6/2026) menjelaskan, jembatan tersebut sepertinya turun dari permukaan badan jalan, tapi sebenarnya tidak, tutur Ofrison, itu terjadi karena pendangkalan sedimen yang turun dari lereng perbukitan.

Pemerintah Kabupaten Agam, tutur Ofrison sudah memasukan kedalam perencanaan, tapi apa tahun ini sudah termasuk kedalam catatan yang akan dikerjakan ini, dilihat dulu dalam dokumen, jelas Ofrison, tapi itu masuk dalam program, papar ofrison lagi.

Sejumlah warga yang dijumpai dikawasan jembatan tersebut, menjelaskan, pentingnya jembatan yang tidak begitu besar itu, untuk segera dibangun kembali, alasannya, ruas jalan itu jalan sangat penting artinya bagi pengguna lalulintas, tidak hanya bagi rakyat perlintasan jalan tersebut, tapi juga pengguna jalan yang dating dari luar, karena ada keperluan kedaerah itu.

Yang jelas bagi warga sepanjang jalan, dimulai dari Nagari Koto Malintang, Nagari Koto Gadang, Nagari Koto Kaciak, Paninjauan, Duo Koto, hingga Nagari Bayur, ruas jalan itu adalah sebagai jalan penting untuk pembangkit perekonomian, pendidikan, dan pembangunan lainnya.

Dari sisi pendidikan, sepanjang jalan tersebut terdapat banyak sekolah, terutama SD, sedang di Nagari Paninjauan juga ada Pondok Pesantren. Memang diakui ada jalan lain, tapi jauh berkeliling, harus melintasi ruas Jalan Kewenangan Provinsi Lubuk Basung-Tanjung Raya.

Kalau musim hujan tidak banyak hujan, tidak ada masalah, anak sungai yang dijembatan tidak banyak air, bahkan kering, tapi bila musim penghujan datang, bila jembatan itu dibangun kembali, tidak dapat dilintasi, karena jembatan berada pada posisi turun dari badan jalan, dekat dengan dasar sungai.

Disarankan beberapa warga yang dijumpai, sebaiknya, jembatan baru ditinggikan, agar tidak tersentuh banjir, bila hujan lebat turun.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *