PASAMAN, marapipost.com-Bupati Pasaman, Sumatera Barat, Welly Suhery dan Wakil Bupati Pasaman H. Parulian Bersama kepala Dinas P3AP2KB dan Kepala Dinas Kesehatan dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pasaman, Senin (5/1/2026) jenguk langsung nenek Saudah (68) ke Rumah Sakit (RS) Tuanku Imam Bonjol (TIB) Lubuk Sikaping, korban dugaan perlakuan kekerasan berat, dalam kondisi kritis di ruang bedah RS tersebut.
Korban, asal Kampung Lubuk Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman diduga korban penganiayaan setelah mencoba melarang perusakan lingkungan diarea tanah miliknya. Namun, Saudah justru mengalami kekerasan fisik, dan mengalami luka serius, dan harus dirawat intensif sejak Kamis (1/1/ 2026).
Kunjungan Bupati bersama rombongan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap korban kekerasan ini. Bersama Wakil Bupati didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman dan Ketua GOW Pasaman, tawarnya perasaan Bupati, dapat berbincang langsung dengan korban dan keluarga, begitu juga dengan tim medis yang menangani korban untuk dapat mengetahui kondisi korban berjalan optimal.
Bupati Welly menegaskan, pihak RS Tuanku Imam Bonjoldalam menangani Ibu Saudah laksanakan dengan baik dan maksimal, pastikan lebam, memar dan sakit yang dialaminya tertangani dengan baik.
Bupati Welly juga menyatakan membiayai pengobatan. “Tidak usah dipikirkan kelarga, biaya pengobatan ibu ini”, tegas Bupati Welly diruangan rawat Ibu Saudah. Bupati Pasaman langsung memerintahkan agar seluruh biaya pengobatan ibu Saudah ditanggung Pemkab Pasaman melalui dinas P3AP2KB. Kepala dinas P3AP2KB Furkan didampingi Kadis Kesehatan Arma Putra mengingtat perintah bupati itu.
Bupati Welly juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai untuk membantu meringankan beban keluarga, serta berkomitmen mendorong penyelesaian hukum terhadap peristiwa dialami Ibu Saudah, koordinasi dengan Polres Pasaman.
Terhadap proses hukum yang sedang berjalan, Bupati menyatakan dukungannya terhadap langkah-langkah yang diambil oleh aparat penegak hukum dalam mendalami insiden ini secara adil dan transparan.
Kehadiran beberapa Kepala Dinas dan instansi terkait mendampingi Bupati dimaksudkan untuk memberikan pendampingan psikologis kepada korban lansia tersebut guna memulihkan dampak trauma yang dialami.
Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada pihak berwenang. Pemerintah daerah berharap keadilan bagi Saudah dapat segera terpenuhi sehingga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Pasaman tetap terjaga dengan baik bagi seluruh warga.
Ibu saudahpun bersama keluarga tak kuat menahan haru, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pasaman dan Wakil Bupati Pasaman yang telah menunjukkan kepedulian. Sambil berurai air mata pihak keluarga mengucapkan terimakasih.
“Saya berterimakasih bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati bersama rombongan sudah datang melihat saya langsung, terimakasih banyak Bapak” ujar Ibu Saudah sambil menangis tersedu sedu merasa haru.[lk]











