AgamSumatera Barat

13 Nagari di Agam Kembali Diiming-iming Akan Jadi Nagari Definitif, Apa Benar?

×

13 Nagari di Agam Kembali Diiming-iming Akan Jadi Nagari Definitif, Apa Benar?

Sebarkan artikel ini

Oleh Lukman

AGAM, marapipost.com-Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali disibukan dengan angan-anagn pemekaran nagari. Konon 13 nagari persiapan di Kabuipaten Agam, katanya, selangkah lagi akan ditetapkan sebagai nagari defenitif. Kalau ini benar, terutama 13 nagari persiapan didengungkan-dengungkan akan jadi nagari definitive?, jawabannya tentu Alhamdulillah.

Tapi cerita wayang seperti ini sudah semenjak lama, entah sudah 15 tahun, termasuk juga pemekaran Kabupaten Agam, dana rakyat habis untuk membiayai, tapi hasilnya. Malah, sudah disiapkan salaha satu lokasi disalah satu nagari di Agam timur sebagai calon ibukota, mana dia?. Sekarang berdengung lagi, 13 nagari persiapan akan definitive, Alhamdulillah kalau ini benar.

Nagari yang sama-sama diusul pemekarannya dengan 13 nagari ini, sudah lama definitive, kenapa 13 nagari ini gagal?, parahnya, nagari dalam ibukota Kabupaten Lubuk Basung, termasuk gagal, ada apa?.

Kita berharap Pemerintahan Benni Warlis-Muhammad Iqbal, serius mengurus mendefinitifkan 13 nagari persiapan ini, agar rakyat merasakan buah tangan dua pemimpin Agam ini, kalau tidak berhasil sama saja kurena politik pasangan Benni Warlis-Muhammad Iqbal dengan rezim sebelumnya.

Leganya perasaan, Ketua Tim Verifikasi Kemendagri, Andi Yuliarmiangsyah Razmi sudah datang ke Kabupaten Agam. Telah dilakukan verifikasi lapangan, informasinya, seluruh nagari persiapan telah memenuhi syarat.

Informasinya, Andi, akan melakukan verifikasi akhir di Jakarta. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat  bersama tim penataan kabupaten akan menyampaikan urgensi kemudian potensi dan informasi lainnya, akan menjelaskan dengan sejelas-jelasnya, kenapa desa atau nagari ini didefenitifkan.

Waktunya akan disesuaikan terhadap kesiapan pemerintah daerah komunikasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke Kemendagri. Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, Ezenddin Zain, mengapresiasi tim kemendagri, karena sudah turun untuk ke daerah melakukan verifikasi lapangan.

Sebagai masukan dari tim kemendagri setelah rapat evaluasi, katanya Ezenddin Zain segera akan menindaklanjuti dengan kolaborasi. Selain itu, Ezenddin Zain juga mengapresiasi wali nagari dan pj walinagari persiapan sangat memberikan dukungan positif.

“Bersama tim penataan desa di kabupaten, kita akan siapkan apa saja yang menjadi perhatian untuk klarifikasi akhir di Kemendagri. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa menjawab kerinduan masyarakat agar nagari menjadi nagari defenitif”, harapnya.

Sekda Agam Muhammad Lutfi AR berharap, semoga nagari persiapan ini jadi nagari defenitif, katanya Pemerintah Daerah Kabupaten Agam komit untuk terus berjuang meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, apa benar atau tidak, masyarakat lah yang merasakan. Namun demikian, kata Sekda telah disampaikan kepada tim verifikasi perlunya disempurnakan dan perbaikan, dengan harapan, memperoleh hasil lebih baik lagi.

Katanya di medsos, Sekda Agam, Dr Mhd Lutfi bersama Tim Verifikasi Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) gelar pertemuan di Mess Pemda Belakang, Bukittinggi, Jumat (17/4/2026). Pertemuan itu berhubungan erat dengan verifikasi lapangan terhadap 13 nagari persiapan itu di Kabupaten Agam.

Pertemuan dihadiri Ketua tim verifikasi Kemendagri, Andi Yuliarmiangsyah Razmi, Sekdakab Lima Puluh Kota  Herman Azmar, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sumbar Ezenddin Zain.

Juga dihadiri Staf Ahli Bidang SDM Pemda Kabupaten Agam Taslim, Staff Ahli Bidang Pemerintahan Pemkab Agam Dandi Pribadi, Asisten I Setdakab Agam Yunilson, Kepala DPMN Agam Handria Asmi, Kabag Tapem Sekdakab.Agam, camat terkait serta para wali nagari persiapan.

Ke-13 nagari persiapan yang disebut-sebut itu Kecamatan Lubuk Basung, berada dibawah cangkung pusat pemerintahan daerah. Nagari persiapan Parit Panjang, Kandih, Sangkir, Surabayo, dan Sungai Jariang. Kecamatan Palembayan; Tigo Koto Silungkang Timur.

Kecamatan Tilatang Kamang; Koto Tangah Sidang Koto Laweh, Koto Tangah Malintang, Koto Tangah Tujuah Nagari, Koto Tangah Lamo, Gadut Barat, Gadut Timur, dan Aro Kandikia. Semoga perjuangan berhasil, agar kepercayaan rakyat kembali.[*]

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *