BATAM, marapipost.com-Bupati Padang Pariaman, Sumatera Barat, John Kenedy Azis, memanfaatkan momentum Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) XVII di Kota Batam, untuk menyampaikan langsung kondisi riil daerah terdampak bencana banjir, dan longsor hebat.
Rakernas itu dihadiri seluruh bupati se-Indonesia, mengusung tema “Wujudkan Asta Cita untuk Daerah yang Sejahtera”. Tema ini jadi forum strategis bagi kepala daerah untuk menyuarakan permasalahan yang ada daerah masing-masing, sekaligus mencari dukungan konkret pemerintah pusat, khususnya terkait ketahanan dan swasembada pangan berkelanjutan.
Sesi dialog dengan Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P, Bupati John Kenedy Azis, secara terbuka mengungkapkan dampak serius bencana terhadap sektor pertanian di Kabupaten Padang Pariaman.
“Akibat banjir dan longsor, Padang Pariaman, keterbelakangan jadi mundur seperti 20 tahun sebelumnya. Sekitar 2.400 hektare lahan pertanian rusak berat, dan 1.200 hektare lahan sawah hilang. Ada yang tertutup lumpur setebal 70 sentimeter hingga 1,5 meter, bahkan ada yang hilang total akibat perubahan alur sungai”, tegas Bupati.
Kerusakan itu tutur JKA, tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga mengancam keberlangsungan hidup petani dan stabilitas sosial ekonomi masyarakat. Ada 700 hingga 800 petani kehilangan mata pencaharian, dan berpotensi menambah angka kemiskinan baru di Kabupaten Padang Pariaman.
“Ini bukan sekadar soal lahan, tapi soal masa depan petani kami. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan panjang dan serius”, ujar Bupati.
Dalam forum tersebut, Bupati John Kenedy Azis menyampaikan dua permohonan utama kepada Menteri Pertanian RI. Pertama, pencetakan kembali 1.200 hektare lahan sawah yang hilang akibat bencana.
Kedua, dukungan pengembangan komoditas unggulan Padang Pariaman seperti kelapa, kakao, pinang, serta pengembangan jambu mete sebagai alternatif usaha produktif bagi petani terdampak bencana alam.
Respons tegas dan cepat pun datang dari Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman. Ia menyatakan komitmen penuh untuk membantu pemulihan sektor pertanian Padang Pariaman, kata Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.
“Insya Allah, 2.400 hektare lahan rusak dan 1.200 hektare lahan yang hilang jadi tanggung jawab saya. Akan kami biayai melalui skema swakelola, petani sendiri yang mengerjakan agar manfaat ekonominya langsung dirasakan. Pupuk kami tanggung, pembangunan kembali lahan kami tanggung. Untuk komoditas mente dan kakao, silakan diminta”, tegas Mentan.
Komitmen tersebut disambut baik Bupati Padang Pariaman sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah pusat terhadap daerah yang sedang bangkit pascabencana. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, melindungi petani dari kemiskinan baru, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Padang Pariaman ke depan, terang Bupati Padang Pariaman, JKA.[*/lk/kf]











