AGAM, marapipost.com-Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyalurkan santunan uang duka dari Kementerian Sosial Republik Indonesia kepada ahli waris korban bencana alam banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam pada tahun 2025. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Aula Utama Kantor Bupati Agam, Kamis (15/1/2026).
Berdasarkan laporan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, santunan diberikan kepada 195 korban meninggal dunia, dengan total ahli waris sebanyak 129 orang.
Masing-masing ahli waris menerima bantuan uang duka sebesar Rp15.000.000 per korban, sehingga total bantuan yang disalurkan mencapai Rp2.925.000.000 sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada keluarga korban bencana.
Penyaluran santunan ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Sosial bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melaksanakan proses verifikasi dan validasi data korban meninggal dunia dan ahli waris. Data tersebut kemudian ditetapkan melalui Keputusan Bupati Agam Nomor 22 Tahun 2026 dan diusulkan ke Kementerian Sosial RI melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan penyerahan santunan dihadiri oleh Wakil Bupati Agam H. Muhammad Iqbal, SE, M.Com, perwakilan Kementerian Sosial RI Hijrah Manfaluty selaku Ketua Kelompok Kerja Pemulihan Sosial, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Syaifullah, Asisten I Setda Kabupaten Agam Yunilson, Kalaksa BPBD Agam Rahmad Lasmono, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam Villa Erdi, unsur OPD terkait, serta para ahli waris korban.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Agam menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat Agam pascabencana.
“Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terus bahu-membahu membantu masyarakat terdampak bencana. Banyaknya bantuan yang datang ke Kabupaten Agam menunjukkan tingginya empati dan kepedulian terhadap masyarakat kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah pusat menjadi bukti bahwa Kabupaten Agam tidak berjalan sendiri dalam menghadapi musibah tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini Kementerian Sosial hadir langsung memberikan santunan uang duka. Pemerintah pusat terus mendampingi kita, mulai dari pembangunan hunian sementara, bantuan rumah rusak, hingga penanganan pascabencana lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Kementerian Sosial RI, Hijrah Manfaluty, menjelaskan bahwa penyaluran santunan uang duka tersebut bersumber dari data awal BNPB yang diusulkan secara lengkap oleh Pemerintah Kabupaten Agam secara by name by address.
Ia menegaskan bahwa penanganan pascabencana tidak hanya berhenti pada pemberian santunan, namun akan dilanjutkan dengan berbagai program pemulihan sosial serta bantuan dari kementerian dan lembaga terkait, termasuk BUMN.
Sebaran korban meninggal dunia berasal dari sejumlah kecamatan dan nagari, dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Palembayan, khususnya Nagari Salareh Aia Timur dan Salareh Aia. Selain itu.
Laporan Dinas Sosial Kabupaten Agam, masih terdapat tujuh korban meninggal dunia yang saat ini masih dalam proses pengusulan santunan. Yang diusulkan itu, sebanyak 6 orang dari Nagari Salareh Aia Timur, dan satu orang dari Nagari Lako, Kecamatan Tanjung Raya, karena masih menunggu penetapan ahli waris sedarah sesuai ketentuan.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan ahli waris, penyaluran santunan juga difasilitasi melalui pembukaan rekening bank yang didampingi langsung oleh tim Kementerian Sosial RI bekerja sama dengan Bank Mandiri.
Pemerintah Kabupaten Agam menegaskan komitmennya untuk terus mengawal seluruh proses penyaluran bantuan hingga seluruh hak masyarakat terdampak bencana dapat diterima secara tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.[*/lk]











