Padang PariamanSumatera Barat

Banjir Bandang November 2025, SMA Negeri 1 Bt. Anai Alami Kerugian 3 milliar

×

Banjir Bandang November 2025, SMA Negeri 1 Bt. Anai Alami Kerugian 3 milliar

Sebarkan artikel ini
Wartwan Serli (Eli) tengah wawancara dengan Kepala SMA Negeri 1 Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

PADANG PARIAMAN, marapipost.com-Hujan mengguyur akhir November 2025, meluluh lantakan berbagai fasilitas pada berbagai titik di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, termasuk SMA Negeri 1 Batang Anai Padang Pariaman, juga mengalami musibah tersebut, masih beruntung, tidak ada korban jiwa, karena banjir dating ketika subuh dating.

Kepala SMA Negeri 1 Batang Anai, Zulbaidah, S.Pd, ketika ditemuai di SMA Negeri 1 Batang Anai di Pasar Usang Padang Pariaman, Jumat (12/12/2025) menjelaskan, bencana yang melanda Kabupaten Padang Pariaman Kamis 27 November 2025 itu membawa banyak kerugian terhadap sekolah yang ia pimpin, sejumlah peralatan dan dokumen rusak terendam banjir. Kepala sekolah Zulbaidah menaksir kerugian sementara sekitar Rp3 miliar.

Barang-barang beharga yang mengalami kerusakan, mobil, alat tulis belajar, buku bacaan, peralatan elektronik hingga 5 ruang belajar amblas, tutur Zulbaidah menjelaskan kepada pers yang diruang sekolah yang tengah belepotan itu dipenuhi lumpur paska bencana banjir. Tahun 2023, dan tahun 2024 sekolah ini juga ditimpa bencana banjir, tahun 2025 ini terparah, ketinggian air mencapai 2 meter. Tapi ijazah selamat, karena terletak pada tempat ketinggian diatas lemari.

Dampak lain yang dialami sekolah, 989 siswa tidak dapat belajar digedung SMA Negeri 1 Batang Anai buat sementara waktu. Sekolah tersebut saat dikunjungi wartawan, tengah melakukan pembersihan. Lumpur dan material lain disedot dengan alat berat, dan evakuasi dengan menggunakan armada Dump Truck. Sejumlah kendaraan dump truck mondar-mandir silih berganti mengangkut lumpur dan material lainnya dibuang keluar.

Tutur Zulbaidah yang pernah bertugas di Kabupaten Kepulauan Mentawai, menjelaskan, SMA Negeri 1 Batang Anai, mendidik 989 siswa, terdiri 29 ruang belajar (rombel), dididik 63 guru honor dan ASN.

SMA Negeri 1 Batang Anai, papar Zulbaidah, melaksanakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, latihan pencak silat, randai, Robotik dan kegiatan lainnya. Bila ada siswa yang meraih prestasi, juara lomba, selain ia menerima hadiah dari penyelenggara, sekolah juga memberi reward.

Pemenang tingkat nasional dan internasional, rewardnya, tidak membayar uang komite hingga 2 tahun. Untuk juara tingkat propinsi diberi reward bebas uang komite selama1 tahun, juara tingkat kabupaten rewardnya bebas iyuran komite 3 bulan.

Menjawab pertanyaan, muncul desas-desus siswa dimintai membayar iyuran komite sampai bulan Februari 2026, menurut penjelasan Kepala Sekolah Zulbaidah, iyuran tersebut, hanya untuk kelas 3 yang sedang mengikuti ujian. Tidak semua siswa.

Hal itu mengingat akan masuk libur bulan puasa dan hari raya idhul fitri. Perlu diketahui juga, sumbangan bersifat suka rela tidak ada paksaan. Iyuran komite itu Rp100 ribu perbulan bagi yang mampu, Rp50 ribu per bulan bagi yang kurang mampu. Bahkan, jelas Zulbaidah, ada siswa iyuran komitenya digratiskan. Ketika ditanya siapa-siapa saja yang bayar 50 persen atau yang gratis itu?, ia mengaku lupa, dan datanya ada dipetugas, jelas Zulbaidah.[lk]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *