LUBUK BASUNG, marapipost.com-Pendidikan karakter di sekolah bagi peserta didik sangat penting, bertujuan untuk membentuk siswa berakhlak mulia melalui kegiatan rutin, integrasi pembelajaran, dan keteladanan.
Guru SD Negeri 21 Surabayo, Yasnimar, S.Pd, ketika diminta tanggapannya segai seorang guru senior Rabu (1/4/2026) menjelaskan, pendidikan karakter itu sangat penting diberikan bagi peserta didik. Kenapa?, karena sangat penting untuk membentu kepribadian bagi setiap peserta didik.
Sebagai contoh pendidkan karakter itu, tutur Yasnimar; upacara bendera (untuk kedisiplinan), doa bersama (religius), budaya 5S (sopan santun), literasi (gemar membaca), piket kelas (tanggung jawab), serta ekstrakurikuler, misalnya saja mengikuti kegiatan Pramuka (kepemimpinan dan kerjasama).
Beberapa contoh penerapan pendidikan karakter di sekolah. Kegiatan rutin dan kedisiplinan. Pertama, upacara bendera. Dilaksanakan setiap senin, bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme, cinta tanah air, dan kedisiplinan. Budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Guru menyambut siswa di gerbang sekolah untuk membiasakan sopan santun dan ramah tamah.
Do’a Bersama: Berdoa sebelum dan sesudah belajar untuk menanamkan nilai religius. Piket Kelas dan Kebersihan Lingkungan. Melatih tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan, jelas guru senior SD Negeri 21 Surabayo, Yasnimar.
Kemudian kegiatan akademik dan literasi. Literasi 15 menit. Membaca buku non-pelajaran sebelum KBM dimulai untuk membangun budaya literasi dan rasa ingin tahu. Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning). Tugas kolaboratif yang melatih kerja sama tim, kreativitas, dan empati.
Jujur dalam Evaluasi. Menerapkan pengawasan ketat dan menanamkan integritas (tidak menyontek) saat ujian, ini penting diterapkan, karena, bila dibiarkan, peserta didik tidak termotivasi untuk belajar.
Akibatnnya, peserta didik lebih banyak suka bermain daripada belajar. Kegiatan Ekstrakurikuler dan Organisasi. Pramuka. Sesungguhnya pramuka itu wajib diikuti, untuk mengembangkan kemandirian, keberanian, dan disiplin.
Organisasi Siswa (OSIS/MPK). Membentuk kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan berorganisasi. Klub Minat dan Bakat. Olahraga atau seni adalah pendidikan karakter untuk mengajarkan sportifitas dan kerja keras peserta didik.
Keteladanan dan Budaya Sekolah. Keladan Guru. Paparan Yasnimar, lagi, guru merupakan pemberi contoh langsung dalam bersikap jujur, tepat waktu, dan sopan. Membiasakan antre dengan tertib.
Membiasakan siswa mengantre di kantin, perpustakaan, atau saat masuk kelas untuk melatih kesabaran, bila keadaan harus mengantri untuk menunggu giliran. Nilai-nilai utama yang ingin dicapai melalui kegiatan-kegiatan ini, jelas Yasnimar, adalah untuk religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.[lk]











