AGAM, marapipost.com-Sekretaris Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr Bachril Bakri bersama Inspektur IV, Jumat (27/3/2026) kunjungan ke Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Kunjungan tersebut untuk memastikan percepatan penanganan dampak bencana di daerah Kabupaten Agam.
Upaya pemulihan pasca bencana di Kabupaten Agam terus digenjot, didukungan pemerintah pusat. Kunjungan Sekretaris Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dr Bachril Bakri bersama Inspektur IV itu, momentum penting atas kepastian percepatan penanganan dampak bencana Kabupaten Agam.
Bupati Agam, Benni Warlis menjelaskan, hingga saat ini pemerintah daerah telah menangani sebagian kerusakan, khususnya pada infrastruktur jembatan. “Sebanyak 24 jembatan sudah kita kerjakan yang dibantu TNI dan Polri baik jenis Armco maupun Bailey. Walaupun masih banyak yang perlu diperbaiki, tapi saat ini akses masyarakat sudah mulai bisa terhubung,” ujarnya.
Ditegaskan bupati, kebutuhan pembangunan jembatan di Kabupaten Agam masih besar. Dari usulan melalui skema Transfer ke Daerah (TKD), baru sembilan jembatan yang dapat diakomodir.
Selain jembatan, Pemerintah Kabupaten Agam memprioritaskan perbaikan jalan, irigasi, sekolah, dan normalisasi sungai, sebagai bagian dari upaya pemulihan menyeluruh. “Ini semua menyangkut langsung kehidupan masyarakat, sehingga harus menjadi prioritas utama”, tegasnya.
Bupati Agam juga mengaku bersyukur atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat, terutama terhadap pengembalian dana TKD sebesar Rp165 miliar, difokuskan untuk percepatan pemulihan.
“Terimakasih kepada Kemendagri. Dengan kondisi anggaran daerah yang terbatas, dukungan ini sangat berarti bagi percepatan pemulihan pasca bencana di Agam”, katanya. Bupati menambahkan, pemerintah daerah segera mengeksekusi program yang telah direncanakan. “Mudah-mudahan awal bulan ini sudah bisa kita realisasikan”, tutur Bupati Agam Benni Waelis.
Sekretaris Inspektur Jenderal Kemendagri, Bachril Bakri menegaskan, ia mendorong pengalokasian dana TKD secara tepat sasaran dengan tujuan mempercepat pemulihan pasca bencana di Kabupaten Agam.
“Kita mendorong agar dana TKD ini difokuskan kepada pemulihan daerah yang kondisinya belum normal, baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan publik seperti sekolah dan puskesmas. Kita mengetahui data kerusakan di Agam cukup banyak”, jelas Bachril Bakri.
Bachril Bakri menekankan pentingnya skala prioritas dalam penggunaan anggaran, mengingat keterbatasan dana yang tersedia. “Anggaran ini tidak banyak, sehingga harus benar-benar diprioritaskan pada kebutuhan yang berdampak langsung kepada masyarakat dan perlu perbaikan segera. Tujuannya agar aktivitas masyarakat dan layanan publik tidak terganggu”, jelas Bachril Bakri.
Menurutnya, pengawalan Inspektorat Jenderal Kemendagri akan memastikan setiap penggunaan anggaran berjalan sesuai peruntukannya, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara maksimal.[lk]











